You Are Here: Home » Warta Sehat » Kesehatan Ibu & Anak » Perubahan apa yang dihadapi saat kehamilan?

Perubahan apa yang dihadapi saat kehamilan?

hamilSelama masa kehamilan, fisik dan hormon seorang wanita berubah. Perubahan apa yang terjadi dan bisa dilihat?

  1. Perubahan hormon. Wanita hamil mengalami peningkatan estrogen dan progesteron dengan tiba-tiba dan dramatis. Saat hamil, hormon estrogen paling tinggi jumlahnya yang memungkinkan rahim dan plasenta untuk meningkatkan vaskularisasi, mentransfer nutrisi dan mendukung perkembangan bayi. Estrogen akan terus berkembang sampai di trimester ketiga. Kenaikan pesat di trimester pertama membuat sebagian besar wanita hamil mengalami morning sick yang umumnya ditandai dengan mual dan muntah. Hormon ini juga yang memperbesar payudara untuk menampung air susu. Perubahan progesteron menyebabkan kelemahan atau mengendurnya ligamen dan sendi di seluruh tubuh. Selain itu, tingkat progesteron yang tinggi meingkatkan ukuran ureter (yang menghubungkan ginjal dengan kandung kemih ibu). Progesteron juga penting untuk mengubah rahim dari ukuran buah pir kecil dan mengembang sehingga bisa menampung bayi. Pada usia kehamilan trimester ini wanita hamil cenderung mengalami keseleo pergelangan kaki dan lutut saat sedang berolahraga dikarenakan longgarnya ligamen. Perubahan ini juga akan meningkatkan sirkulasi darah, meningkatkan cairan tubuh, terutama tungkai bawah, sehingga mengalami pembengkakan. Peningkatan retensi cairan berkisar 25% dari trimester kedua ke  ketiga. Hindari terlalu lama duduk atau berdiri, menghindari kafein dan garam, meningkatkan pola diet makanan berkalium. Berolahragalah dengan bantuan profesional agar tidak mengalami cedera.

2. Beberapa perubahan biologis:

  • Rambut dan kuku. Pada beberapa kasus, rambut tumbuh lebat pada tempat yang tidak diinginkan atau bahkan mengalami kerontokan parah. Semuanya akan berkurang atau menghilang saat melahirkan. Beberapa wanita juga akan mengalami pertumbuhan kuku lebih cepat bahkan mengalami keratosis sehingga perubahan pola makan dapat mengurangi kerusakan kuku.
  • Perubahan payudara: menggelapnya aerola (puting), ada yang merasakan nyeri, pada beberapa wanita terlebih dulu keluar kolostrum dalam trimester kedua. Selain itu, ada juga yang mengalami strechmark seputar payudara.
  • Leher rahim/serviks. Menjadi lebih tebal, ototnya kuat dan berkelenjar, menghasilkan lendir untuk menutup rahim. Seiring dengan akan melahirkan, serviks akan menipis sehingga memudahkan bayi lahir.
  • Perubahan penglihatan. Beberapa wanita mengalami miopia (rabun jauh). Wanita dengan pre eklamsia dan diabetes gestational akan cenderung mengalami resiko masalah mata, misalnya retinal detachment atau kehilangan penglihatan.
  • Perubahan rasa dan bau. Lebih banyak yang tertarik dengan rasa asam, asin dan manis. Ada yang sensitif terhadap bau/aroma, bahkan ada yang tidak sama sekali.
  • Misalnya stretchmark yang bisa permanen.
  • Terjadi pada wanita terutama yang kulitnya cenderung gelap. Hampir 70% juga mengalami melasma, yang dapat diperburuk dengan paparan sinar matahari UV A/B. Hiperpigmentasi juga dapat membentuk mol, bintik-bintik, bercak hitam, yang dapat hilang setelah kehamilan, atau permanen.
  • Juga bisa terjadi PUPPP (papula pruritus urtikaria dan plak kehamilan) dan folikulitis, benjol merah di sepanjang perut, kaki, lengan, atau punggung. Beberapa kondisi kulit (seperti kolestasis intrahepatik dan gestationis pemfigoid) dapat dikaitkan dengan kelahiran prematur atau masalah untuk bayi.
  • Perubahan sirkulasi darah: mudah lelah, terengah-engah. Kerja jantung sekitar 40% lebih keras. Denyut meningkat 15% selama kehamilan. Volume darah meningkat secara bertahap selama kehamilan, dimulai pada minggu ke 6-8 dan berlanjut sampai minggu ke 32-34. Volume plasma meningkat 40-50% dan massa sel darah merah 20-30%, sehingga  meningkatkan kebutuhan asupan besi dan asam folat. Perubahan tekanan darah dan olahraga. Hormon dapat mempengaruhi pembuluh darah, sehingga ada yang sampai pingsan. Sebaiknya saat hamil tidak berolahraga berat karena dapat mengalirkan darah ke rahim dan berkurang di otot. Berbaring sisi kiri pada trimester pertama membantu mengurangi pusing.
  • Pernafasan dan perubahan metabolik. Karena terjadi peningkatan kebutuhan oksigen 10-20% bahkan pada saat istirahat, begitu juga tingkat energi basal dan saat istirahat (RMR). Begitu juga terjadi peningkatan suhu tubuh, bahkan cenderung over heating/panas berlebihan. Jangan lupa banyak minum cairan agar tetap terhidrasi, tidak berolahraga berlebihan atau saat terkena demam/sakit, kenakan pakaian yang nyaman, membatasi mandi air panas atau bahkan ber sauna.

Sumber : healthline

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1661

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top