MauSehat.Com http://www.mausehat.com Tue, 20 Jun 2017 00:30:15 +0000 en-US hourly 1 https://wordpress.org/?v=4.5.9 Apa sih Manfaat Olahraga Saat Berpuasa? http://www.mausehat.com/apa-sih-manfaat-olahraga-saat-berpuasa/ http://www.mausehat.com/apa-sih-manfaat-olahraga-saat-berpuasa/#respond Tue, 20 Jun 2017 00:30:15 +0000 http://www.mausehat.com/?p=9034 7waktu-yang-tepat-untuk-olahraga-saat-berpuasaKegiatan apa yang Anda hindari saat berpuasa? Mungkin olahraga adalah salah satu jawabannya. Ya, olahraga saat berpuasa terdengar melelahkan. Jauhkan pikiran tersebut. Jangan jadikan puasa sebagai alasan untuk bermalas-malasan dan tidak bergerak sama sekali. Olahraga tetap Anda butuhkan walaupun sedang berpuasa sekalipun. Nah apa untungnya berolahraga saat puasa dan bagaimana tipsnya? Yuk kita bahas di paragraf selanjutnya.

Banyak yang beranggapan kalau puasa akan menurunkan berat badan. Jangan salah, karena saat bulan puasa berat badan bahkan bisa melonjak naik. Hal ini dikarenakan aktivitas fisik yang kurang serta berkaitan dengan menu buka puasa yang biasanya makanan manis dan tinggi kalori serta lemak. Adanya olahraga akan membakar cadangan lemak, glikogen—gula dalam otot—dan protein untuk diubah menjadi energi sehingga Anda tidak kelelahan saat berolahraga (walaupun berpuasa), terlebih lagi berat badan juga tidak meningkat. Problem lain ketika berpuasa, kita cenderung ingin bermalas-malasan dan banyak tidur. Nah tanpa melakukan aktivitas dan sedikit bergerak membuat tubuh akan semakin lemas dan kurang berstamina. Oleh karena itu olahraga tetap diperlukan saat berpuasa untuk menjaga kebugaran tubuh.

Namun, kegiatan berolahraga saat berpuasa harus tetap diperhatikan. Hal ini terkait adanya penurunan metabolisme tubuh secara alami karena asupan energi dan nutrisi yang terbatas. Intensitas, waktu, dan jenis olahraga perlu disesuaikan. Jangan terlalu memaksakan kemampuan dan kondisi tubuh untuk berolahraga karena dapat mengakibatkan tubuh menjadi kurang fit dan dapat timbul dehidrasi—kehilangan cairan—yang dapat mengakibatkan pingsan.

Olahraga yang kita lakukan saat berpuasa adalah olahraga yang ringan bukan olahraga yang berat atau memerlukan energi yang cukup banyak. Olahraga yang disarankan adalah jalan kaki, bersepeda, yoga, senam ringan, jogging, dan olahraga lainnya yang tidak mengeluarkan banyak keringat. Hindari latihan beban karena dapat menghasilkan glikogen yang dapat membuat tubuh menjadi lelah. Jangan lupa untuk menyesuaikan durasi dan frekuensi sesuai kemampuan tubuh.

Untuk waktunya sendiri dapat dilakukan 1-1,5 jam sebelum berbuka. Begitu selesai olahraga, cairan yang dikeluarkan saat olahraga dapat langsung tergantikan setelah berbuka puasa. Dapat juga dilakukan saat malam hari. Hindari olahraga saat menjelang tidur untuk memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat. Olah raga juga dapat dilakukan 2 jam setelah berbuka atau setelah subuh. Carilah tempat yang sejuk saat berolahraga untuk menghindari pengeluaran keringat yang berlebih.

Nah, olahraga saat berpuasa sangat banyak manfaatnya bukan? Kami jamin, Anda akan mendapat manfaatnya jika melakukannya dengan benar. Sudah siap berolahraga hari ini? Keep healthy and happy fasting!

(rsh/bt)

]]>
http://www.mausehat.com/apa-sih-manfaat-olahraga-saat-berpuasa/feed/ 0
Dampak Puasa Pada Otot http://www.mausehat.com/dampak-puasa-pada-otot/ http://www.mausehat.com/dampak-puasa-pada-otot/#respond Mon, 19 Jun 2017 08:30:06 +0000 http://www.mausehat.com/?p=9030 urlDengan hadirnya Bulan Suci Ramadan juga meningkatkan populernya teknik pola makan intermediet fasting. Banyak orang mempertanyakan pengaruh puasa pada perkembangan otot. Pengetahuan konvensional mengajarkan kita untuk menghindari kondisi katabolic (catabolic state) atau keadaan dimana tubuh menjadikan otot sumber energi. Pemahaman ini menjadikan kita terbiasa untuk segera memberikan tubuh asupan nutrisi setelah sesi latihan, seperti protein shake dalam 30 menit setelah berlatih.

Lalu bagaimana dengan kita yang berpuasa? Atau mereka yang mempraktekan pola makan intermittent fasting? Apakah puasa akan mempengaruhi hasil latihan kita selama ini? Ataukah puasa merupakan teknik baru yang memberikan keuntungan tak terduga bagi atlit? Dimana batas antara puasa dan kelaparan? Studi di International Society of Sports Nutrition mencoba menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Dalam studi tersebut, peneliti menemukan cara untuk menganalisa respon anabolik terhadap puasa. Mereka mengamati komunitas Muslim saat Ramadan dan melihat lebih dalam pada olahragawan yang berpuasa.

Partisipasi studi ini adalah binaragawan Muslim tapi hasil yang ditemukan secara umum berlaku untuk semua orang yang sedang berusaha meningkatkan kekuatan atau massa otot. Para partisipan ini adalah sekelompok binaragawan rekresional – bukanlah atlit profesional – dan mereka hanya berlatih 3 hari dalam seminggu. Partisipan dibagi ke dalam dua kelompok: kelompok yang berlatih siang hari saat puasa dan mereka yang berlatih di malam hari setelah berbuka.

Yang menarik, saat mulai Bulan Ramadan dan puasa dimulai, total volume latihan dan asupan kalori dari partisipan tidak berubah. Sepertinya mereka makan dengan porsi lebih banyak saat berbuka sebagai kompensasi berpuasa seharian, sehingga tingkat protein, lemak, dan karbohidrat yang mereka konsumsi tetap sama.

Satu-satunya perbedaan saat mulai berpuasa adalah ada perbaikan dalam penggunaan lemak tubuh dan sedikit dehidrasi. Bagi olahragawan Muslim yang berpuasa selama Ramadan, usahakan untuk minum air putih yang banyak saat berbuka untuk mengatasi hal ini, tapi bagi mereka yang menjalani intermitten fasting untuk mencapai proporsi tubuh rendah lemak dan tinggi otot, dehidrasi ringan tidak terlalu bermasalah.

Studi ini juga menemukan bahwa saat yang dipilih untuk melakukan latihan angkat beban tidak berpengaruh pada massa tubuh dan presentasi lemak pada badan. Tidak ditemukan perbedaan antara berlatih setelah berbuka di malam hari atau pada siang hari saat sedang berpuasa.

Studi ini berlangsung selama 4 minggu, dan terdapat kemungkinan hasil yang ditemukan tidak akan berubah banyak bila studi dilanjutkan untuk periode waktu yang lebih lama. Sebagaimana dicatat oleh peneliti, program latihan mungkin saja malah memberikan hasil lebih baik karena respon anabolik yang lebih tinggi akibat puasa.

Dengan banyaknya olahragawan Muslim – baik olahragawan rekresional maupun atlit profesional – dan mereka yang tertarik mencoba teknik intermitten fasting, kita masih memerlukan lebih banyak studi mengenai puasa dan hubungannya dengan aktifitas kebugaran secara umum, dengan cabang olahraga lari secara khusus.

Namun sejauh ini penelitian dan pengalaman para praktisi puasa menunjukan manfaat yang baik. Bila kita tertarik mempraktekan intermittent fasting tapi merasa ragu akan kemampuan tubuh, kunjungi dokter untuk memastikan tubuh dalam keadaan sehat.

(rsh/bt)

]]>
http://www.mausehat.com/dampak-puasa-pada-otot/feed/ 0
Cara Simple Kulit Tetap Sehat di Bulan Ramadhan http://www.mausehat.com/cara-simple-kulit-tetap-sehat-di-bulan-ramadhan/ http://www.mausehat.com/cara-simple-kulit-tetap-sehat-di-bulan-ramadhan/#respond Sat, 17 Jun 2017 05:30:37 +0000 http://www.mausehat.com/?p=9026 40c3f989-07bf-4fff-bc03-2e42b483b9bd_4x3_296x222Puasa tidak bisa dijadikan alasan kurang minum/cairan. Kurangnya cairan menyebabkan tubuh dehidrasi, maka sebaiknya penuhi cairan saat buka puasa hingga menjelang imsak. Kurangnya asupan cairan, kulit akan tampak kering, kusam, dehidrasi, apalagi, Ramadhan kali ini memang jatuh di musim panas. Tidak ada salahnya juga, aspek kecantikan kulit tetap diperhatikan selama bulan suci ini. Bagaimana caranya agar kulit tidak dehidrasi?

  1. Tetap banyak minum air putih. Diwaktu antara buka dan menjelang imsak, perbanyak minum air putih. Hindari minum minuman yang meningkatkan dehidrasi, misalnya kopi, jus dan soda. Cobalah untuk mengkonsumsi infused water untuk membantu detoks, misalnya 24 jam sebelumnya memasukkan ketimun, lemon atau mint ke dalam botol minum. Selain kecukupan cairan terpenuhi, juga mengandung beberapa vitamin dan mineral,misalnya B1, B2, B3, B5, B6, asam folat, vitaminC, kalsium, besi, magnesium, fosfor, kaliumdanseng.

  2. Merawat kulit. Kurangnya jam tidur akan menambah lingkaran mata. Cobalah untuk mengoleskan krim mata atau misalnya mentimun. Tetap cukupkan tidur 8 jam/hari walau terjadi perubahan pola jam tidur.

  3. Make up tidak berat. Lebih baik hindari pemakaian make up yang tebal misalnya foundation dan concealer. Efek matahari dan make up yang tebal dapat membuat kulit semakin kering dan pecah-pecah. Gunakan tabir surya tinggi ketika sedang berada di bawah sinar matahari terik, gunakan lip balm atau BB krim dengan SPF.

  4. Semprot wajah sesekali. Jika memang sudah sangat kering, dapat menyemprotkan wajah dengan sedikit air untuk membantu mendinginkan kulit.

  5. Jangan lupa snack sehat. Setelah berbuka, pastikan konsumsi makanan yang mengandung serat dan antioksidan misalnya buah, kacang dan bijian. Selain memperbaiki tekstur kulit juga memberikan efek anti penuaan.

Sumber : english.alarabiya

(ast/bt)

]]>
http://www.mausehat.com/cara-simple-kulit-tetap-sehat-di-bulan-ramadhan/feed/ 0
Dampak Puasa Bagi Tubuh http://www.mausehat.com/dampak-puasa-bagi-tubuh/ http://www.mausehat.com/dampak-puasa-bagi-tubuh/#respond Fri, 16 Jun 2017 10:30:25 +0000 http://www.mausehat.com/?p=9013 health-benefits1-800x500_cBulan Ramadhan merupakan bulan suci bagi sekitar 1,6 milyar muslim diseluruh belahan dunia. Selama 30 hari, muslim akan menahan haus dan lapar dari terbit fajar sampai matahari terbenam. Puasa pada dasarnya tidak hanya dilakukan oleh muslim, tetapi juga agama dan kepercayaan lain, misalnya hindu, budha, yahudi, kristen, sesuai dengan tata caranya sendiri. Sisi agamis berpuasa adalah kekuatan spiritual yang bertumpu pada pengorbanan, refleksi.

Daridulu dunia medis mempertanyakan, bagaimana efek puasa terhadap kesehatan tubuh, padahal tubuh tidak mendapatkan makan dan minum secara berkala dalam beberapa jam, apalagi jika musim dan cuaca tidak mendukung? Apa sebenarnya manfaat biologis bagi tubuh itu sendiri? Disini jawabannya.

  1. Meningkatkan kesehatan jantung dan mencegah diabetes. Sebuah studi tahun 2008 yang dilakukan di Utah menemukan bahwa orang yang berpuasa secara teratur menurunkan risiko terkena penyakit jantung koroner. Pada tahun 2014, tindak lanjut penelitian ini menemukan bahwa puasa mengawasi perubahan metabolisme dan menurunkan kadar kolesterol jahat. Selain itu juga mengurangi risiko kemungkinan adanya penyakit jantung sebanyak 58%. Penelitian tersebut juga menunjukkan penurunan kadar gula darah pada orang-orang yang berpuasa.

  2. Kontrol berat badan. Menurut seorang ahli gizi Amerika, Adam Brown, “Puasa sebenarnya tidak boleh dilakukan untuk menurunkan berat badan. Tetapi pada saat yang sama, penurunan berat badan ini dilaporkan oleh kebanyakan orang yang berpuasa”. Setelah tubuh habis cadangan glukosa, lemak dibakar untuk energi, sehingga terjadi penurunan berat badan. Namun demikian, ahli gizi selalu menyarankan supaya tidak berlebihan dalam berpuasa.

  3. Ajang detoksifikasi dan pembersihan. Hal ini biasa dilakukan oleh beberapa organisasi yang anti obat dengan melakukan puasa parsial dan konsumsi jus sayur. Mereka percaya dengan berpuasa dapat mengeluarkan toksin dari dalam tubuh karena pola makan yang buruk.

  4. Kesehatan mental. Puasa memang banyak disarankan berbagai agama/sebagai syarat beragama, tetapi bagi banyak orang juga dapat membantu meningkatkan kesehatan mental dengan lebih positif, misalnya meningkatkan rasa kekeluargaan dengan berbuka bersama, sholat tarawih berjamaah. Menurut Susan Jones seorang psikolog, hal ini juga dapat membantu untuk orang dengan depresi agar tidak merasa sendirian.

  5. Membantu mengurangi masalah kecanduan. Puasa memberikan waktu bagi tubuh untuk beristirahat sejenak. Pengaturan waktu berpuasa membuat beberapa orang dapat mengurangi kecanduan seperti coklat, kafein atau rokok. Setidaknya, walau misalnya akan terjadi kecanduan lagi, dapat dikurangi dalam waktu beberapa minggu atau bulan.

Sumber : NBCnews

(ast/bt)

]]>
http://www.mausehat.com/dampak-puasa-bagi-tubuh/feed/ 0
Manfaat Dari Puasa Bagi Kesehatan Ginjal http://www.mausehat.com/manfaat-dari-puasa-bagi-kesehatan-ginjal/ http://www.mausehat.com/manfaat-dari-puasa-bagi-kesehatan-ginjal/#respond Fri, 16 Jun 2017 07:30:31 +0000 http://www.mausehat.com/?p=9023 Puasa bagi kesehatan ginjal itu sanginjalgat bermanfaat untuk anda ketahui. Fungsi dari ginjal dalam tubuh manusia adalah sebagai penyaring kotoran dalam darah yang dibuang melalu urin manusia. Mengatur jumlah volume darah agar darah dalam tubuh seimbang, menyaring glukosa, gizi, dan sebagian zat dalam tubuh, mengatur keseimbangan kimia darah, serta menjaga pH darah agar tidak begitu asam.
Lalu bagaimana hubungan antara puasa dengan kesehatan ginjal? Mari simak artikel ini untuk mengetahui informasi tentang hubungan kedua hal tersebut.
Penghentian konsumsi air pada saat berpuasa terbukti efektif untuk meningkatkan konsentrasi urin pada ginjal, serta dapat meningkatkan kekuatan osmosis pada urin antara 1.000-12.000ml osmosis/ kg air. Pada kondisi tertentu, ini akan sangat memberikan perlindungan tersendiri terhadap fungsi ginjal. Kekurangan air pada saat berpuasa ternyata dapat meminimalkan jumlah volume air pada darah.

Apabila terjadi kondisi seperti itu akan berakibat memacu kinerja mekanisme lokal pengatur pembuluh darah, serta dapat menambah prostaglandin yang nantinya dapat memacu fungsi dan kerja sel darah merah.
Oleh karena itu, berpuasa merupakan salah satu cara yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan ginjal kita. Terutama untuk mereka yang sudah memiliki penyakit ginjal, akan lebih baik jika rutin melaksanakan puasa juga.
Sumber : harianpos.com

(rsh/bt)

]]>
http://www.mausehat.com/manfaat-dari-puasa-bagi-kesehatan-ginjal/feed/ 0
Tips Puasa Sehat Untuk Manula http://www.mausehat.com/tips-puasa-sehat-untuk-manula/ http://www.mausehat.com/tips-puasa-sehat-untuk-manula/#respond Fri, 09 Jun 2017 00:30:17 +0000 http://www.mausehat.com/?p=9019 Tips puasa sehat unt050503_39127_lansiauk Manula yang akan kami sajikan pada kesempatan ini mungkin bisa membantu anda semua supaya anda bisa menjalani aktivitas puasa dengan baik, dan anda pun bisa tetap sehat meski sedang melakukan aktivitas puasa tersebut. Seperti yang kita ketahui, pada saat bulan puasa atau bulan Ramadhan, umat Muslim di seluruh dunia akan melakukan kegiatan puasa yakni menahan rasa lapar dan haus, serta menahan hawa nafsu yang ada didalam diri supaya tidak membatalkan puasa tersebut.
Aktivitas puasa ini dilakukan setelah Imsyak atau sebelum Adzan subuh, dan berakhir pada jam buka puasa atau setelah Adzan Maghrib dimana umat muslim yang melaksanakan puasa ini bisa melaksanakan aktivitas makan dan minum setelah Adzan Maghrib tersebut. Untuk manula atau lansia tentunya ada beberapa tips yang harus anda perhatikan supaya anda pun bisa tetap kuat dan sehat sepanjang bulan Ramadhan atau bulan puasa tersebut. Dan beberapa tips puasa sehat untuk manula ini bisa anda lihat sebagai berikut.
Tips Puasa Sehat Untuk Manula
1. Beri Asupan Cairan Yang Cukup Untuk Tubuh – Pada saat melaksanakan puasa, harus mengkonsumsi cairan minimal 8-10 gelas untuk         mencegah dehidrasi. 2 gelas saat berbuka, 3 gelas setelah shalat Tarawih hingga sebelum tidur, dan 1 gelas saat bangun tidur sebelum             sahur, serta 1-2 gelas saat sahur. Dengan asupan cairan yang cukup, mampu menjalankan aktivitas puasa dengan baik tanpa kekurangan     cairan dalam tubuh.

2. Konsumsi Makanan Sehat Dan Bergizi – Memperhatikan setiap makanan yang anda konsumsi juga merupakan salah satu tips puasa              sehat untuk manula yang harus anda perhatikan dengan seksama. Saat berbuka puasa dan sahur sebaiknya mengkonsumsi makanan              sehat dan bergizi seperti sayuran dan buah-buahan yang sehat. Selain itu, konsumsi karbohidrat yang cukup supaya anda bisa menjalani        aktivitas puasa tersebut dengan lancar.

3. Beri Asupan Vitamin – Selain memperhatikan asupan makanan, tentunya juga harus memperhatikan asupjoggingan vitamin sehingga bisa                  menjalani aktivitas puasa yang baik dan tidak mengalami kejadian yang tidak diinginkan pada saat menjalankan aktivitas puasa                      tersebut. Kosumsi vitamin pada saat sahur dan berbuka puasa, serta sesuai dengan petunjuk dokter.

4. Lakukan Aktivitas Fisik – Meski sedang menjalani bulan puasa atau bulan Ramadhan, tetap harus melakukan aktivitas fisik sewajarnya        supaya tubuh tetap sehat dan kuat, seperti joging pada sore hari, berjalan kaki, atau meditasi. Selain itu, jangan lupa untuk mengistirahatkan tubuh dengan memperhatikan jadwal tidur dengan baik dan jadwal istirahat yang cukup untuk tubuh anda.

Selain memperhatikan beberapa tips diatas, dalam menjalani bulan puasa para manula juga harus melakukan chek up kesehatan selama dan sesudah anda menjalankan bulan puasa tersebut. Semoga bermanfaat.
Sumber : sehat.co

(vna/bt)

]]>
http://www.mausehat.com/tips-puasa-sehat-untuk-manula/feed/ 0
Puasa Pada Ibu Hamil Berisiko Lahir Prematur http://www.mausehat.com/puasa-pada-ibu-hamil-berisiko-lahir-prematur/ http://www.mausehat.com/puasa-pada-ibu-hamil-berisiko-lahir-prematur/#respond Thu, 08 Jun 2017 10:30:52 +0000 http://www.mausehat.com/?p=8937 hamil-puasa130725cPuasa adalah kewajiban bagi setiap orang muslim diseluruh dunia. Bahkan dari usia dini kewajiban puasa sudah diajarkan pada anak-anak. Tak jarang pula para ibu hamil turut berpuasa saat bulan Ramadhan tiba. Meski tidak menimbulkan risiko saat kelahiran, namun bayi yang lahir dari ibu yang berpuasa memiliki bobot tubuh lebih kecil dari rata-rata berat bayi. Demikian bunyi kesimpulan riset peneliti Lebanon yang dipublikasikan Jurnal Obstetri dan Ginekologi.

Hasil riset itu menyebutkan tidak ada perbedaan signifikan antara kelahiran sebelum pekan ke-37 di antara 201 ibu hamil berpuasa di Beirut dibandingkan dengan ibu hamil yang tidak berpuasa.

“Meski tidak ada peningkatan resiko prematur namun berat lahir lebih rendah yang menjadi kekhawatiran,” papar Anwar Nassar, Profesor Kebidanan dan Ginekologi Beirut Medical Center.

Untuk penelitian ini, Nassar dan rekan-rekannya merekrut wanita hamil dari empat rumah sakit di Beirut pada bulan Agustus 2008. Semua relawan, merupakan ibu hamil di trimester ketiga. Pada tahun 2008, Ramadhan berlangsung pada September.

Secara keseluruhan, ada tiga ibu hamil yang berpuasa melahirkan sebelum pekan ke-37 dari kehamilan. Sementara itu hanya ada satu ibu hamil yang tidak berpuasa yang melahirkan sebelum pekan ke-37 masa kehamilan. Namun, peneliti menyimpulkan perbedaan itu bisa jadi karena kebetulan.

Rata-rata, berat bayi dari ibu hamil berpuasa adalah 3 kg dibandingkan dengan bayi dari ibu hamil yang tidak berpuasa yakni rata-rata 3,2 kg. Satu penjelasan yang mungkin untuk perbedaan ini adalah ibu hamil yang berpuasa cenderung mengalami penurunan berat badan hingga 1.6 kg.

hamil rokok lahir prematur berat badan kecil bayiAkan tetapi, para peneliti tidak dapat menjelaskan lebih lanjut apakah berat badan rendah itu akan berdampak pada kesehatan baik, seperti kesehatan jantung atau konsekuensi lain. “Saya kira memang butuh riset lebih lanjut,” kata Nassar.

Menurut dia, durasi berpuasa setiap daerah atau wilayah berada yakni dengan rentang antara 10 hingga 19 jam. Selain itu, setiap budaya memiliki tradisi berbeda soal menu berbuka, yang artinya berpengaruh asupan gizi ibu hamil yang berpuasa selama Ramadhan.

Sumber : republika.co.id

(rsh/bt)

]]>
http://www.mausehat.com/puasa-pada-ibu-hamil-berisiko-lahir-prematur/feed/ 0
Tips Mengatasi Nafsu Makan Rendah Saat Kemoterapi http://www.mausehat.com/tips-mengatasi-nafsu-makan-rendah-saat-kemoterapi/ http://www.mausehat.com/tips-mengatasi-nafsu-makan-rendah-saat-kemoterapi/#respond Thu, 08 Jun 2017 06:58:55 +0000 http://www.mausehat.com/?p=11680 Nafsu Makan BerkurangMenjalankan kemoterapi memang penuh resiko, salah satunya boleh jadi orang tersebut mengalami penurunan nafsu makan. Makanan bergizi sangat penting pasca kemo, mengatasi rendahnya nafsu makan menjadi PR agar kebutuhan gizi tercukupi dan mempercepat penyembuhan. Ada 10 tips yang mungkin dapat membantu mengatasi ini.

  1. Melawan mual. Untuk menguranginya, sarapan pagi dengan makanan kering misalnya biskuit. Jangan lupa minum jahe atau teh jahe sepanjang hari.  Selain itu juga lemon, lavender, dan peppermint juga bisa membantu menenangkan perut.
  2. Makan makanan favorit. Nafsu makan memang naik turun. Sesekali makan yang disukai misalnya makanan berlemak.
  3. Makan sedikit tapi sering. Pasca kemo memang banyak orang mengeluh sulit makan besar. Cobalah sehari 6-8 kali makan dengan porsi kecil dibanding 3kali porsi biasa.
  4. Membuat lebih mudah. Yaitu dengan merencanakan apa yang mau dimasak dalam beberapa hari ke depan dan menyediakan bahan makanan dalam kulkas. Mintalah bantuan anggota keluarga untuk menyiapkan bahan makanan atau masak bersama.
  5. Jangan lupa minum. Agar tetap terhidrasi dan mengeluarkan racun tubuh, minum tetaplah penting. Cobalah untuk minum diantara waktu makan, bukan saat makan. Jika banyak kehilangan berat badan, dapat minum madu, milkshake atau cream soup.
  6. Makan tinggi protein. Membantu untuk memperbaiki jaringan tubuh dan menjaga sistem kekebalan tubuh tetap sehat. Konsumsi semangkuk sereal dengan telur atau susu. Keju, telur, es krim dan salad buah bisa membantu meningkatkan nafsu makan.
  7. Tambahkan kalori. Tubuh juga tetap membutuhkan lemak selama pemulihan. Konsumsi nasi atau pasta dengan tambahan minyak zaitun, atau roti dengan alpukat.
  8. Makan jadi acara. Kadang seseorang cenderung makan lebih banyak saat merasa terganggu. Makan sambil menonton TV atau mendengarkan musik, atau ajak teman untuk menemani saat makan. Dukungan sosial dapat membantu seseorang merasa lebih baik.
  9. Tetap bergerak. Dengan beraktivitas fisik misalnya jalan kaki di seputar rumah dapat membantu meningkatkan nafsu makan.
  10. Berpikiran terbuka. Kemoterapi kadang memang mengubah indera seseorang, misalnya merasakan pahit saat makan. Pilihlah alat makan yang aman, misalnya sendok plastik  serta tetap menyediakan buah dan sayur segar.

Jika saran tersebut kurang dapat meningkatkan nafsu makan, hubungi ahli kesehatan. Dengan menyusun pola makan dan memberikan suplemen tambahan, diharapkan dapat mengurangi efek samping kemo.

Sumber : webmd

(ast/bt)

]]>
http://www.mausehat.com/tips-mengatasi-nafsu-makan-rendah-saat-kemoterapi/feed/ 0
Puasa Dan Awet Muda http://www.mausehat.com/puasa-dan-awet-muda/ http://www.mausehat.com/puasa-dan-awet-muda/#respond Thu, 08 Jun 2017 00:30:50 +0000 http://www.mausehat.com/?p=9006 Tips-Awet-Muda-Dengan-Produk-Glutera-GlutathioneBanyak orang berlomba-lomba datang ke salon kecantikan atau ke dokter bedah plastik demi terlihat memikat dan awet muda meski harus merogoh ongkos banyak karena tak ingin ada kerutan di wajah. Padahal muda dan tua adalah sunnahtullah yang harus dialami.

Tapi bagi yang ingin tetap awet muda, anda tak perlu mengeluarkan uang banyak untuk membayar jasa kecantikan atau untuk membeli produk kecantikan. Cukup dengan memanfaatkan bulan puasa. Apa bukti ilmiahnya?

Puasa akan mengurangi atau menghentikan sementara proses-proses fisiologis atau metabolisme didalam tubuh kita, khususnya disaluran pencernaan. Penghentian proses metabolisme itu membawa empat rangkaian proses yang berdampak besar pada kesehatan. Bila seseorang bepuasa berarti membatasi jumlah makanan yang masuk dalam saluran pencernaan dan menurunkan intensitas kerja sistem pencernaan.

Dengan demikian kemungkinan adanya racun dari dalam tubuh juga menurunkan baik endotoksin (racun dari dalam tubuh sendiri) maupun eksotoksin (racun dari luar tubuh). Berkurangnya bahan yang harus dicerna juga akan membuat tubuh tidak memaksakan diri untuk mengeluarkan hormon dan enzim pencernaan secara besar-besaran.

Bayangkan sebaliknya bila anda tidak berpuasa. Yang pasti semua makanan yang masuk dalam tubuh harus dicerna. Mau tidak mau, organ pencernaan dipaksa bekerja lebih keras.

Menurut para pakar, yang disebut awet muda pada dasarnya adalah proses penuaan dini yang dihambat. Diantara beberapa teori penuaan salah satu yang paling terkenal pada tahun 1950-an adalah teori radikal bebas. Teori radikal bebas berbunyi, “Jika konsentrasi radikal bebas tinggi dalam tubuh, maka radikal bebas akan merusak dinding sel sehingga mempercepat penuaan.”

Puasa ternyata ampuh melindungi dinding sel. Dinding sel bisa dipertahankan karena radikal bebasnya tidak ada atau dikurangi (karena puasa), maka orang menjadi awet muda”

Ada sebuah penelitian yang mengungkapkan bahwa pada orang yang berpuasa, MDA (melondealdehid) yang sifatnya radikal bebas, ternyata berkurang hingga 90%. Bersama dengan itu, disisi lain puasa meningkatkan pembuatan antioksidan hingga 15%. “Jadi disatu sisi radikal bebas itu dipangkas, disisi lain musuh radikal bebas (antioksidan) ditingkatkan” Oleh karena itu, kita tak perlu heran lagi kenapa rajin berpuasa bisa bikin awet muda

(rsh/bt)

]]>
http://www.mausehat.com/puasa-dan-awet-muda/feed/ 0
Perlukah Penderita Diabetes Tipe 1 Berpuasa? http://www.mausehat.com/perlukah-penderita-diabetes-tipe-1-berpuasa/ http://www.mausehat.com/perlukah-penderita-diabetes-tipe-1-berpuasa/#respond Wed, 07 Jun 2017 10:30:52 +0000 http://www.mausehat.com/?p=9003 urlPuasa selama bulan suci Ramadhan adalah wajib bagi semua orang dewasa yang sehat dan Muslim remaja dari usia 12 tahun. Meski demikian, ada beberapa kondisi yang dibebaskan dari puasa menurut Islam yaitu anak-anak, wisatawan, orang sakit, orang tua, dan ibu hamil dan menyusui.

Salah satu contoh yaitu penderita diabetes tipe 1. Menurut pendapat ahli, orang dengan diabetes tipe 1 yang berpuasa selama bulan Ramadhan beresiko sangat tinggi terhadap hipoglikemia, hiperglikemia, diabetes ketoasidosis, dehidrasi dan trombosis. Namun, beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa individu dengan diabetes tipe 1 yang sehat dan stabil, dapat berpuasa di bulan Ramadhan asalkan mereka merencanakan pengelolaan makan yang baik dan berada di bawah pengawasan ahli kesehatan.

Strategi untuk memastikan keamanan penderita diabetes tipe 1 yang berencana untuk berpuasa meliputi:

  1. Memahami tentang puasa Ramadhan bagi penderita diabetes tipe 1 dengan membaca leaflet, poster atau booklet yang diberikan oleh penyedia perawatan diabetes untuk memahami pendidikan tentang monitoring glukosa darah diri sendiri di rumah, mengetahui sebab – akibat, pengenalan dini dan manajemen hipoglikemia, hiperglikemia dan dehidrasi, perencanaan makan dan saran diet, waktu dan intensitas aktivitas fisik dan kepatuhan terhadap terapi.

  2. Penilaian medis pra-Ramadhan yang harus dilakukan 1 – 2 bulan sebelum puasa dimulai seperti melihat status fisik (berat badan, tekanan darah, gula darah dan kontrol lemak) dan menilai komplikasi akut dan kronis serta stratifikasi risiko individu.

  3. Mengikuti diet sehat seperti menghindari makanan kaya karbohidrat dan lemak saat berbuka puasa, mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang dan sereal dan meningkatkan asupan cairan (bebas gula) saat berbuka dan sahur dan mengikuti pola aktivitas fisik seperti shalat taraweh dan hindarai latihan ketat selama jam puasa.

  4. Modifikasi regimen insulin untuk kontrol glikemik yang baik selama puasa Ramadhan

  5. Pemantauan kadar glukosa darah sendiri di rumah seperti yang disarankan oleh dokter dengan cara memeriksa glukosa darah melalui tusukan jari yang harus sering dilakukan untuk menyesuaikan dosis insulin dan mencegah hipoglikemia dan hiperglikemia postprandial. Jika glukosa darah tinggi (> 270 mg/dL) perlu diperiksa kadar keton pada urine.

  6. Pasien diabetes tipe 1 diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika gula darah rendah (300 mg/dL) dan saat sakit.

Yang terpenting adalah sebelum memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Sumber : jpma.org

(vna/bt)

]]>
http://www.mausehat.com/perlukah-penderita-diabetes-tipe-1-berpuasa/feed/ 0