You Are Here: Home » Diet » Diet Protein Rendah Untuk Penyakit Ginjal Kronik

Diet Protein Rendah Untuk Penyakit Ginjal Kronik

Comparing-Diets_SS_010714-617x416 Tujuan diet penyakit ginjal kronik adalah untuk:

  • Mencapai dan mempertahankan status gizi optimal dengan memperhitungkan sisa fungsi ginjal, agar tidak memberatkan kerja ginjal.

  • Mencegah dan menurunkan kadar ureum darah yang tinggi (uremia)

  • Mengatur keseimbangan cairan dan elektrolit

Syarat diet penyakit ginjal kronik adalah :

  • Bentuk makanan disesuaikan dengan kondisi pasien

  • Energi 35 kkal/kg BB. Contoh misalkan berat badan Anda 55 kg, maka energi yang Anda butuhkan adalah 35 x 55 kg.

  • Protein rendah yaitu 0,6-0,75g/kg BB.

  • Diet protein rendah I dengan protein 30 gram (1 potong kecil) diberikan kepada orang dengan BB 50 kg

  • Diet protein rendah II dengan protein 35 gram diberikan kepada orang dengan BB 60 kg

  • Diet protein rendah III dengan protein 40 gram diberikan kepada orang dengan BB 65 kg

  • Lemak rendah dan diutamakan lemak tidak jenuh

  • Karbohidrat 60-65% dari energi total. Porsi karbohidrat contohnya nasi seperti porsi biasa yaitu pagi 100 gram (, siang 200 gram (2.5 sendok nasi), dan malam 150 gram, usahakan jangan terlalu berlebih dan jangan sampai berkurang dari kebutuhan.

  • Kebutuhan cairan harus seimbang antara cairan yang masuk dengan cairan yang keluar baik melalui keringat, pernapasan dan urine juga harus diperhitungkan.

  • Kalium dibatasi jika terjadi hiperkalemia

  • Garam dapur/ natrium dibatasi jika mengalami edema/ bengkak karena penumpukan cairan serta hipertensi.

Bahan makanan yang dianjurkan adalah nasi, bihun, jagung, kentang, makaroni, mie, tepung-tepungan, singkong, ubi, selai, madu, permen, telur, daging, ikan, ayam, susu, minyak jagung, minyak kacang tanah, minyak kelapa sawit, minyak kedelai, margarin dan mentega rendah garam, semua sayuran dan buah, kecuali dengan buah yang mengandung kalium jika menderita hiperkalemia.

Bahan makanan yang tidak dianjurkan seperti kacang-kacangan dan hasil olahannya seperti tempe dan tahu, kelapa, santan, minyak kelapa, margarin, mentega biasa dan lemak hewan.

JUAL-GINJALPengaturan diet bagi penderita penyakit ginjal kronik seperti hidangkan makanan yang menarik sehingga menimbulkan selera makan, makanan diberikan porsi kecil, padat kalori dan sering misalnya 6 kali sehari, pilihlah sumber protein hewani dan nabati sesuai jumlah yang telah ditentukan, cairan lebih baik diberikan dalam bentuk minuman, masakan lebih baik dibuatkan tidak berkuah, seperti ditumis, dipanggang, dibakar atau dikukus, bila harus membatasi garam gunakanlah lebih banyak bumbu seperti gula, asam, dan bumbu dapur lainnya untuk menambah rasa.

Perhatian : sirop, madu, permen sangat baik untuk penambah energi tetapi tidak diberikan dekat dengan waktu makan karena dapat mengurangi nafsu makan, bila ada edema (bengkak di kaki), tekanan darah tinggi, perlu mengurangi garam dan bahan makanan sumber natrium lainnya seperti soda, kaldu instan, ikan asin, telur asin, dan makanan yang diawetkan, jumlah cairan yang masuk harus seimbang dengan cairan yang keluar. Ingat cairan yang berlebih bisa memberatkan kerja ginjal.

Sumber : dari berbagai sumber

(rsh/bt)

Baca juga :

BAKTERI E. coli

Alzheimer dan Demensia

Benarkah tidak suka Buah & Sayuran, Anak-anak bisa Memiliki Risiko Kanker?

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top