Diet Penyakit Jantung
Penyakit jantung terjadi akibat proses berkelanjutan, di mana jantung secara berangsur kehilangan kemampuannya untuk melakukan fungsi secara normal. Jantungmerupakan organ yang sangat penting bagi manusia, karena jantung diperlukan untuk memompa darah ke seluruh tubuh sehingga tubuh mendapatkan oksigen dan sari makanan yang diperlukan untuk metabolisme tubuh. Jika sudah di diagnosis menderita penyakit jantung maka yang harus dilakukan adalah melakukan pengobatan dan pelaksanaan diet yang tepat. Kenapa demikian???, ini karena kerja jantung berhubungan dengan sari makanan yang akan di bawa ke setiap organ, oleh karena itu setiap yang kita makan apalagi yang bisa memberatkan atau menghambat kerja jantung harus dihindari salah satunya dengan pola makan yang benar.
Tujuan diet penyakit jantung adalah memberikan makanan secukupnya tanpa memberatkan kerja jantung, menurunkan berat badan bila terlalu gemuk, dan mencegah atau menghilangkan penimbunan garam atau air di dalam tubuh. Syarat-syarat diet yang harus dipenuhi yaitu cukup energi, protein 0,8 g/kg BB, lemak sedang (diutamakan lemak tidak jenuh), kandungan kolesterol dalam makanan rendah, vitamin dan mineral cukup (hindari penggunaan suplemen kalium, kalsium, dan magnesium jika tidak dibutuhkan), garam rendah 2-3 g/hari (jika disertai dengan hipertensi dan edema), serat cukup, makanan mudah cerna dan tidak menimbulkan gas, cairan cukup 2 liter/hari, bentuk makanan disesuaikan dengan keadaan penyakit, dan bila kebutuhan gizi tidak dapat dipenuhi melalui makanan dapat diberikan tambahan berupa suplemen gizi. Diet jantung ini terbagi dalam 4 jenis yaitu diet jantung I, II, III, IV. Pembagian diet ini akan di bahas pada artikel selanjutnya.
Bahan Makanan yang Dianjurkan
-
Sumber Karbohidrat
Beras ditim atau disaring ; roti, mie, kentang, makaroni, biskuit, tepung beras/terigu/sagu aren/sagu ambon, gula pasir, gula merah, madu dan sirup.
-
Sumber Protein Hewani
Daging sapi, ayam dengan lemak rendah ; ikan, telur, susu rendah lemak .
-
Sumber Protein Nabati
Kacang-kacangan kering, seperti : kacang kedelai dan hasil olahannya, seperti tahu dan tempe.
-
Sayuran
Sayuran yang tidak mengandung gas, seperti: bayam, kangkung, kacang buncis, kacang panjang, wortel, tomat, labu siam, dan tauge.
-
Buah-buahan
Semua buah-buahan segar, seperti : pisang, pepaya, jeruk, apel, melon, semangka, dan sawo.
-
Lemak
Minyak jagung, minyak kedelai, margarin, mentega dalam jumlah terbatas dan tidak untuk menggoreng tetapi untuk menumis; kelapa atau santan encer dalam jumlah terbatas.
-
Minuman
Teh encer, coklat, dan sirup.
-
Bumbu
Semua bumbu selain bumbu tajam dalam jumlah terbatas.
Bahan Makanan yang Tidak Diajurkan
-
Sumber Karbohidrat
Makanan yang mengandung gas atau alkohol, seperti: ubi, singkong, tape singkong, dan tape ketan.
-
Sumber Protein Hewani
Daging sapi dan ayam yang berlemak, gajih, sosis, ham, hati, limpa, babat, otak, kepiting, dan kerang-kerangan, keju,dan susu penuh.
-
Sumber Protein Nabati
Kacang-kacangan kering yang mengandung lemak cukup tinggi seperti kacang tanah, kacang mete, dan kacang bogor.
-
Sayuran
Semua sayuran yang mengandung gas, seperti : kol, kembang kol, lobak, sawi, dan nangka muda.
-
Buah-buahan
Buah-buahan segar yang mengandung alkohol atau gas, seperti: durian dan nangka matang.
-
Lemak
Minyak kelapa dan minyak kelapa sawit; santan kental.
-
Minuman
Teh/kopi kental, minuman yang mengandung soda dan alkohol, seperti bir dan wiski.
-
Bumbu
Lombok, cabe rawit, dan bumbu-bumbu lain yang tajam.
Sumber : Penuntun diet edisi baru
(rsh)
Baca juga :
Benarkah tidak suka Buah & Sayuran, Anak-anak bisa Memiliki Risiko Kanker?