Jangan Takut Memberikan Imunisasi Pada Anak
Banyak cara yang dilakukan oleh orang tua untuk melindungi dan menjaga kesehatan anaknya seperti memberikan ASI eksklusif dan memberikan makanan bergizi seimbang. Namun selain itu ada hal yang wajib dilakukan oleh orang tua untuk melindungi anaknya dari bahaya penyakit yaitu dengan memberikan imunisasi secara lengkap. Imunisasi adalah cara melindungi anak dari bahaya penyakit yang disebabkan oleh virus ataupun bakteri yang ganas. Namun karena banyaknya informasi yang menyesatkan mengenai imunisasi, banyak orang tua yang takut memberikan imunisasi kepada anaknya. Berikut adalah informasi yang benar mengenai imunisasi
-
Saat ini lebih dari 190 negara secara terus menerus melakukan imunisasi untuk bayi dan balita. Di negara tersebut terdapat institusi resmi yang meneliti dan mengawasi vaksin, yang beranggotakan dokter ahli penyakit infeksi, imunologi, mikrobiologi, farmakologi, epidemiologi, biostatistika dll. Sampai saat ini tidak ada negara yang melarang imunisasi, justru semua negara berusaha meningkatkan cakupan imunisasi lebih dari 90% (artinya lebih dari 90 % anak/bayi telah mendapat imunisasi).
-
Jenis dan teknologi pembuatan vaksin telah mengalami kemajuan pesat dalam kurun waktu sepuluh tahun terakhir, sangat berbeda dengan keadaan di tahun 1950 – 1970an sehingga tidak benar jika ada yang mengatakan imunisasi berbahaya.
-
Imunisasi tidak menyebabkan anak autis. Wakefield, seorang dokter spesialis bedah pernah melaporkan bahwa imunisasi dapat menyebabkan anak menjadi autuisme namun penelitian yang melibatkan 18 sample tersebut dibantah oleh British Medical Journal pada Februari 2011 bahwa setelah diaudit oleh tim ahli penelitian di Inggris, terbukti Wakefield memalsukan data, sehingga kesimpulan yang diberikanpun salah. Di lain pihak, banyak penelitian lain yang dilakukan oleh para ahli vaksin di beberapa negara yang menyimpulkan MMR tidak terbukti mengakibatkan autis.
-
Demam, nyeri, bengkak setelah diberikan suntikan adalah reaksi wajar setelah vaksin masuk ke dalam tubuh. Umumnya keluhan tersebut akan hilang dalam beberapa hari. Boleh diberi obat penurun panas, dikompres. -
Tidak benar jika vaksin mengandung lemak babi. proses panen bibit vaksin tersebut bersinggungan dengan tripsin pankreas babi untuk melepaskan induk vaksin dari persemaiannya.Tetapi induk bibit vaksin tersebut kemudian dicuci dan dibersihkan total dengan cara ultrafiltrasi ratusan kali, sehingga vaksin yang diberikan kepada anak tidak mengandung tripsin babi. Hal ini dapat dibuktikan dengan pemeriksaan khusus. Majelis Ulama Indonesia menyatakan bahwa vaksin tersebut dapat dipakai, selama belum ada penggantinya. Contoh: vaksin meningokokus haji diwajibkan oleh Saudi Arabia bagi semua jemaah haji untuk mencegah radang otak karena meningokokus
Sumber : idai.or.id
(erl/bt)