IDB INDONESIA IDB IDBEON ID BEON ID Beyond IDB IDB INDONESIA ID BEYOND BeonCorp Beon Corp Digitech Digitech Indonesia Tips Puasa Untuk Penderita Asam Urat – MauSehat.Com
You Are Here: Home » Warta Sehat » Puasa » Tips Puasa Untuk Penderita Asam Urat

Tips Puasa Untuk Penderita Asam Urat

Kadar-Asam-Urat-TinggiSebenarnya yang dimaksud dengan asam urat adalah asam yang berbentuk kristal-kristal yang merupakan hasil akhir dari metabolisme purin, yaitu salah satu komponen asam nukleat yang terdapat pada inti sel-sel tubuh. Secara alamiah, purin terdapat dalam tubuh kita dan dijumpai pada semua makanan dari sel hidup, yakni makanan dari tanaman (sayur, buah, kacang-kacangan) atau hewan (daging, jeroan, ikan sarden). Jadi, asam urat merupakan hasil metabolisme di dalam tubuh yang kadarnya tidak boleh berlebih. Kadar asam urat normal pada pria dan perempuan berbeda. Kadar asam urat normal pada pria berkisar 3,5-7 mg/dl dan pada perempuan 2,6-6 mg/dl. Kadar asam urat diatas normal disebut hiperurisemia.

Seseorang dengan kadar asam urat tinggi dan terus meningkat bisa memunculkan gejala penyakit arthritis gout. Gejala khas dari serangan arthritis gout adalah serangan akut yang biasanya bersifat monoartikular (menyerang satu sendi saja) dengan gejala pembengkakan, kemerahan, nyeri hebat, panas dan gangguan gerak dari sendi yang terserang yang terjadi mendadak dan mencapai puncaknya kurang dari 24 jam. Lokasi yang paling sering pada serangan pertama adalah sendi pangkal ibu jari kaki.

Penderita asam urat tetap boleh berpuasa dengan memperhatikan beberapa rambu-rambu, yaitu senantiasa memantau kadar asam uratnya. Jika kadar asam uratnya sangat tinggi atau gejala yang muncul sangat parah, maka sebaiknya menunda dulu sampai penyakitnya membaik baru kemudian boleh berpuasa. Satu hal terpenting jika ingin berpuasa adalah harus cukup cairan yaitu mengonsumsi sekitar 1,5-2 L air dengan rincian 2 gelas saat buka puasa, 3-4 gelas setelah sholat tarawih hingga sebelum tidur, 1 gelas saat bangun tidur sebelum sahur , dan 1-2 gelas saat sahur. Ketika sahur dan berbuka hendaknya menghindari makanan yang mengandung kadar purin tinggi seperti jeroan (hati, ginjal, jantung, paru), udang, remis, kerang, sardin, ekstrak daging (abon, dendeng), ragi (tape), alkohol serta makanan kaleng. Untuk setiap porsi makanannya harus mengandung :

  1. Tinggi karbohidrat. Karbohidrat harus disesuaikan dengan kebutuhan kalori. Jenis karbohidrat komplek, seperti nasi, roti, singkong, ubi sangat dianjurkan untuk dikonsumsi karena dapat meningkatkan pengeluaran asam urat darah melalui urin. Karbohidrat sederhana harus dikurangi. Hal itu terdapat pada gula, permen, sirup. Bila terus-menerus dikonsumsi, dapat meningkatkan kadar asam urat serum.

  2. Penyesuaian kalori dengan karbohidrat. Pemasukan kalori harus disesuaikan dengan tinggi badan dan berat badan. Bila penderita gemuk, harus segera diturunkan berat badannya dengan tetap disesuaikan kebutuhan kalorinya. Jika kalori dalam tubuh kurang, maka dapat meningkatkan asam urat dalam serum. Untuk penderita yang sedang menjalani puasa/diet ketat juga harus diperhatikan jumlah kalorinya. Dikhawatirkan bila diet terlalu ketat, mengakibatkan penderita kekurangan kalori dan pada akhirnya malah akan meningkatkan kadar asam urat dalam serum darah.

  3. Cantik_dengan_buah_-_buahanRendah protein. Protein diketahui dapat meningkatkan produksi asam urat, terutama protein hewani. Sumber makanan yang berprotein tinggi misalnya hati, otak, paru, limpa, ginjal dan jerohan lainnya. Sumber protein yang dianjurkan dikonsumsi adalah protein nabati, yaitu yang berasal dari tumbuhan.

  4. Rendah lemak. Lemak dapat menghambat pengeluaran asam urat melalui urin. Karena itu, penderita gout harus melakukan diet rendah lemak. Makanan yang digoreng, bersantan, jerohan, margarin, mentega sebaiknya dihindari.

  5. Perbanyak Buah. Buah-buahan yang banyak mengandung air juga sangat baik untuk dimakan, diantaranya semangka, melon, blewah, nanas, jambu air, pepaya. Sebenarnya selain buah durian dan alpukat, semua jenis buah bebas untuk dikonsumsi, sebab alpukat dan durian banyak mengandung lemak, yang pada akhirnya nanti dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.

Sumber : dari berbagai sumber

(rsh/bt)

Baca juga :

konstipasi

Potensi Gangguan Kesehatan Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Food-Combining1

Terapkan Food Combining Saat Sahur dan Berbuka Puasa

chocolate

Konsumsi Cokelat Mengurangi Kerusakan Saraf

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top