IDB INDONESIA IDB IDBEON ID BEON ID Beyond IDB IDB INDONESIA ID BEYOND Minum Obat di Kala Ramadhan – MauSehat.Com
You Are Here: Home » Warta Sehat » Puasa » Minum Obat di Kala Ramadhan

Minum Obat di Kala Ramadhan

minum obatBerpuasa memang wajib untuk semua umat muslim tanpa terkecuali, namun ada beberapa kondisi yang diringankan dengan tidak berpuasa seperti ibu hamil dan mereka yang sedang sakit. Namun banyak juga diantara penderita penyakit kronis yang bergantung dengan obat ingin tetap menjalankan puasa. Jika begini kondisinya, diskusi dengan dokter/ahli kesehatan sebelum berpuasa merupakan langkah penting supaya ada penyesuaian pengobatan atau perubahan terapi, diskusi tentang efek samping dan kemungkinan masalah pengobatan.

Ada beberapa tips pengobatan dan kelancaran puasa sesuai dengan kondisi penyakit:

  1. Pengobatan kronis

Jika minum obat jangka panjang secara teratur, konfirmasi dosis dengan dokter sebelum ramadhan tiba. Pastikan soal kapan waktu makan obat dan interaksinya dengan makanan

  1. Pasien penyakit akut (mendadak) selama ramadhan

Jika sudah parah, tidak wajib berpuasa dan menggantinya di hari lain. Minum obat tidak menjadi masalah.

  1. Obat diabetes

Riset yang ditemukan oleh National University of Singapore mengemukakan penderita diabetes memiliki kadar gula lebih rendah saat berpuasa. Jadi, dosis obat rutin pada dasarnya bisa jadi ketinggian kala ramadhan. Sesuaikan dosis agar tidak terjadi gula darah terlalu rendah (hipoglikemia).

  1. Obat pengencer darah

Riset yang dilakukan oleh Singapore General Hospital, dokter dan apoteker juga memperhatikan fluktuasi ketebalan darah pada pasien yang menggunakan warfarin (obat pengencer darah) selama bulan Ramadhan. Perubahan pola makan dan gaya hidup selama periode tersebut dapat menyebabkan perubahan klinis. Ketika pasien menggunakan warfarin, efek dari obat tersebut dapat dipengaruhi oleh asupan vitamin K yang banyak ditemukan dalam sayuran hijau, berdaun hijau atau bahan makanan lain seperti mayones. Penting bagi mereka untuk mempertahankan ketebalan darah mereka dalam kisaran yang ditentukan sebelumnya sehingga tidak terlalu tebal (risiko bekuan darah lebih tinggi) dan tidak terlalu kurus (risiko pendarahan lebih tinggi)

Dosis dapat berubah sesuai dengan waktu, jumlah obat, rentang waktu antar dosis dan total dosis harian. Tetap saja, sekali lagi, konsultasikan dengan dokter.

Sumber : healthxchange

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top