IDB INDONESIA IDB IDBEON ID BEON ID Beyond IDB IDB INDONESIA ID BEYOND BeonCorp Beon Corp Potensi Gangguan Kesehatan Saat Puasa dan Cara Mengatasinya – MauSehat.Com
You Are Here: Home » Warta Sehat » Puasa » Potensi Gangguan Kesehatan Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

Potensi Gangguan Kesehatan Saat Puasa dan Cara Mengatasinya

fastingBulan Ramadhan adalah bulan yang paling ditunggu-tunggu oleh umat Islam. Berbagai keutamaan di bulan suci ini menjadikan seluruh umat Islam bersemangat untuk menjalankan kewajiban berpuasa. Bahkan, meskipun dalam keadaan sakit, sebagian besar dari kita tetap berusaha untuk melaksanakan kewajiban berpuasa tersebut.

Sebagai bentuk ibadah fisik, berpuasa memiliki potensi menimbulkan gangguan kesehatan. Oleh karena itu, penting bagi para shaaimiin (orang-orang yang berpuasa) untuk menjaga kondisi fisiknya tetap sehat, sehingga sempurna ibadah puasa mereka hingga akhir bulan Ramadhan.

Potensi gangguan kesehatan yang pertama saat puasa adalah heartburn atau rasa terbakar/panas di daerah dada. Lambung memiliki lingkungan yang bersifat asam dan didesain untuk mencerna makanan dan membunuh bakteri. Lambung dan kerongkongan memiliki kekebalan dari asam lambung karena memiliki cairan tubuh yang melindungi serta katup antara lambung dan kerongkongan. Jika satu atau kedua pelindung tersebut mengalami gangguan, maka seseorang akan mengalami heartburn. Berpuasa biasanya dapat mengurangi produksi asam lambung, tetapi berpikir tentang makanan atau membaui-nya dapat meningkatkan produksi asam lambung tersebut. Meningkatnya asam lambung akan dapat menyebabkan heartburn saat puasa. Untuk memperkecil potensi terjadinya heartburn, disarankan untuk makan secukupnya, menghindari makan yang berminyak atau pedas, dan mengurangi konsumsi kopi dan rokok. Tidur dengan posisi kepala yang sedikit lebih tinggi juga dapat mencegah terjadinya heartburn.

Potensi gangguan kesehatan yang ketiga adalah sakit kepala. Sakit kepala saat puasa merupakan gangguan kesehatan yang paling sering terjadi dan memiliki berbagai penyebab, diantaranya karena dehidrasi (kekurangan cairan), kelaparan, istirahat yang kurang, atau karena tidak adanya substansi/zat kimia penagih seperti kafein atau nikotin.

Makan-makanan secara seimbang dan cukup, khususnya dengan tidak melewatkan makan sahur, mengkonsumsi cukup cairan, dan jika diperlukan mengkonsumsi obat-obatan seperti paracetamol atau penghilang nyeri lainnya, dapat sangat berguna untuk mencegah atau mengurangi risiko terjadinya sakit kepala. Sakit kepala juga dapat dicegah dengan menghindari paparan sinar matahari langsung, menggunakan penutup kepala saat berada diluar ruangan, menggunakan kaca mata gelap untuk menghindari sinar matahari atau menghilangkan ketegangan otot dengan massage (pijat).

Bagi mereka yang memiliki riwayat penyakit migraine (pusing kepala sebelah) yang berat atau sering harus mempersiapkan diri secara lebih serius dengan cara merubah kebiasaan hidup dan atau pengobatan jika diperlukan sebelum bulan puasa dimulai. Jika keadaan sakit kepala ini terjadi secara menetap hingga menyebabkan seseorang tidak dapat beraktifitas, maka haruslah secepatnya menemui dokter.

Potensi gangguan kesehatan yang keempat adalah dehidrasi. Saat berpuasa, tubuh kehilangan air dan garam secara terus menerus melalui pernafasan, keringat, dan buang air kecil. Jumlah air tubuh yang hilang tergantung dari keadaan cuaca, jumlah air yang diminum sebelum puasa, derajat aktifitas fisik, dan kemampuan ginjal untuk menahan air dan garam. Ancaman dehidrasi lebih besar terjadi pada orang-orang usia lanjut dan orang-orang dengan pengobatan diuretic (anti-hipertensi). Tergantung dari derajat dehidrasi yang dialami, seseorang akan mengalami gejala/rasa yang tidak nyaman, letargi (kelelahan), kram otot, pusing, disorientasi, hingga pingsan. Jika gejala-gejala tersebut muncul maka seseorang harus segera minum cairan oralit. Jika seseorang pingsan karena dehidrasi, maka dia harus diposisikan terlentang (oleh orang lain) dengan kaki lebih tinggi dari kepala dan saat terbangun harus segera diberi cairan oralit.

konstipasiPotensi gangguan kesehatan karena puasa yang kelima adalah konstipasi (gangguan buang air besar yang berupa buangan yang keras dan sulit dikeluarkan). Gangguan ini sedikit banyak akan mengganggu seseorang saat puasa, terlebih lagi bagi mereka yang memiliki wasir. Mengkonsumsi cukup cairan, makan makanan yang sehat, banyak mengkonsumsi buah dan sayuran, meningkatkan konsumsi serat, dan menjaga tubuh tetap aktif akan dapat membantu mempertahankan gerakan usus tetap normal.

Potensi gangguan kesehatan yang keenam adalah stress. Kurangnya cairan dan makanan, perubahan rutinitas fisik, dan berkurangnya waktu tidur (istirahat) dapat menyebabkan stress. Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi penyebab-penyebab stress sehingga dapat menghindarinya.

(rsh/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top