You Are Here: Home » Nutrisi & Penyakit » Suplemen Vitamin, Baik atau Buruk?

Suplemen Vitamin, Baik atau Buruk?

obat-(buzzle)-depanMenurut Otoritas Standar Makanan, hampir satu dari tiga orang di Inggris mengkonsumsi suplemen vitamin setiap hari, sementara 15 persen dari kita beralih ke suplemen dosis tinggi untuk mempercepat penyembuhan. Tapi apakah suplemen vitamin benar-benar memberikan kesehatan dan vitalitas yang baik sesuai yang mereka janjikan?

Suplemen dikonsumsi sebagai ‘asuransi kesehatan’ untuk meningkatkan energi, memperlambat efek penuaan dan mengurangi risiko penyakit kronis. Penggunaan suplemen vitamin dalam dosis yang berlebih tidak selalu baik bagi kesehatan kita. Perhatian khusus diperlukan bila mengkonsumsi vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A. Vitamin A akan disimpan di dalam hati, jika kita mengkonsumsinya dalam jumlah yang berlebih maka vitamin A ini akan terakumulasi sehingga dapat mencapai tingkat beracun dan menyebabkan kerusakan hati.

Vitamin adalah zat yang dibutuhkan tubuh tapi tubuh kita tidak bisa membuatnya sehingga untuk mencukupi kebutuhan vitamin maka diperlukan asupan dari luar tubuh. Vitamin sangat dibutuhkan karena mempunyai fungsi yang sangat penting dalam tubuh, seperti : vitamin C membangun kekebalan tubuh dan jaringan ikat, vitamin A meningkatkan imunitas dan membantu pertumbuhan, vitamin B penting untuk energi, dan vitamin D menguatkan tulang.

Jika vitamin tidak tercukupi dengan baik maka dapat mempercepat terjadinya penurunan kesehatan yang berarti. Cara yang baik dalam mencukupi vitamin dalam tubuh adalah dengan cara menerapkan diet seimbang. Ahli gizi berpendapat bahwa kehidupan modern sering membuat kita untuk sulit melakukan diet seimbang. Oleh sebab itu, penggunaan suplemen vitamin menjadi alternatif dalam masalah ini.

Sementara beberapa studi menunjukkan bahwa suplementasi vitamin memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan. Selain memiliki dapat yang baik untuk kesehatan, jangan salah mengkonsumsi suplemen yang berlebih bisa berbahaya bagi kesehatan. Pada tahun 2011, Iowa studi kesehatan wanita menemukan lebih dari 38.000 wanita menggunaan multivitamin dikaitkan dengan risiko 2,4 persen peningkatan kematian.

Meskipun berlabel ‘alami’, lebih dari 90 persen dari suplemen vitamin yang dijual adalah sintetis.
Menurut Asosiasi Konsumen Organik di Amerika Serikat, vitamin buatan manusia tidak dapat digunakan oleh tubuh dengan cara yang sama seperti suplemen vitamin alami .” Di alam, vitamin dikemas dengan banyak molekul lain termasuk mineral dan kofaktor, “papar Dr Phillip Maffetone, peneliti nutrisi dan penulis buku ‘ The Big Book of Health and Fitness ‘.

Vitamin sintetis terisolasi dan tidak diakui oleh tubuh, mereka sering diekskresikan dalam urin atau disimpan dalam lemak. Selain itu, vitamin sintetis dapat menghasilkan efek samping yang berbahaya. Suplemen vitamin sintetis dari vitamin A, retinol palmitat, misalnya, secara signifikan lebih beracun dari bentuk alami.

vitamin-01Apa cara terbaik untuk mendapatkan vitamin ?

  1. Diet yang bervariasi termasuk buah dan sayuran, biji-bijian, daging, kacang-kacangan dan ikan, telur segar harus mengandung cukup vitamin untuk kesehatan, “kata Helena Gibson – Moore dari British Nutrition Foundation.

  2. Jika anda sibuk, stres, hamil atau menyusui atau sedang berjuang dengan penyakit, boleh mempertimbangkan untuk mengkonsumsi suplemen tapi pastikan itu adalah non sintetis.

  3. Mengkonsumsi suplemen Superfood dari sumber alami yang kaya nutrisi memberikan berbagai vitamin dalam bentuk alami, yang mudah bagi tubuh untuk menyerap. Untuk meningkatkan gizi, Amelia Freer merekomendasikan melengkapi setiap hari dengan spirulina, chlorella atau serbuk sari lebah . Ikan atau suplemen minyak tanaman merupakan sumber yang baik.

Sumber : netdoctor

(rsh)

Baca juga :

BAKTERI E. coli

DIET PENYAKIT SALURAN CERNA

4 Bahan Alami Pendukung Program Penurunan Berat Badan

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top