Mengenal Kanker Ovarium
Kanker ovarium (indung telur) sama halnya dengan kanker lainya tidak bisa dianggap enteng. Mempelajari dan mengenal lebih jauh tentang penyakit ini lebih baik dilakukan oleh para wanita agar memahami cara mencegah dan mengobati seperti yang dijelaskan di bawah ini :
-
Faktor resiko. Riwayat keluarga sangat berpengaruh. Setidaknya seorang wanita beresiko 3x lipat menderita kanker ovarium jika ibu, anak perempuan atau saudara perempuan pernah atau menderita kanker ovarium. Hal ini bisa terjadi karena mutasi gen BRCA1 dan BRCA2 yang meningkatkan risiko kanker ovarium.Pada wanita yang mempunyai mutasi gen BRCA1 atau BRCA2 umumnya akan mengembangkan kanker ovarium sebelum usia 50 tahun. Selain itu, penggunaan obat kesuburan, terapi pengganti hormon setelah menopause dan obesitas menjadi juga menjadi pemicu berkembangnya kanker ovarium.Namun secara umum, risiko meningkat seiring bertambahnya usia.
-
Ovulasi (masa subur). Tingginya ovulasi juga berhubungan dengan kanker ovarium. Menurut Dr. Ronny Drapkin, dari Harvard Medical School, pada masa ovulasi, telur/ovum keluar dari ovarium dan menuju tuba fallopi. Pada saat yang sama terdapat cairan lain yang juga keluar bersama ovum. Cairang ini mengandung faktor pertumbuhan dan molekul lain yang merusak DNA sel-sel tuba disekitarnya. Kanker terjadi ketika sel-sel diujung saluran tuba berubah. Temuan ini menjelaskan bahwa wanita yang berovulasi mampu menurunkan resiko kanker ovarium. Selain itu kehamilan, menyusui dan penggunaan pil KB juga dapat menurunkan resiko kanker ovarium
-
Gejala. Menurut Mayo Clinic, gejala kanker ovarium meliputi: tekanan pada perut; terasa terus penuh dan kembung; panggul nyeri dan tidak nyaman; gangguan pencernaan seperti kembung, bergas, mual; sembelit atau sering buang air kecil; kehilangan nafsu makan atau perut cepat kenyang; kekurangan energi dan perut membengkak. Meski gejala tersebut bisa juga dialami oleh wanita bukan penderita kanker ovarium, namun di dalam Journal of American Medical Associationmencatat bahwa gejala yang dirasa lebih parah pada wanita dengan kanker ovarium.
-
Angka kejadian. Di Amerika, 1 dari 72 perempuan didiagnosis kanker ovarium. The National Cancer Institute memperkirakan 22.280 perempuan didiagnosis dengan kanker ovarium dan 15.500 wanita diantaranya akan meninggal. (Sebagai perbandingan, NCI memperkirakan bahwa 226.870 perempuan akan didiagnosis dengan kanker payudara, dan 39.510 wanita meninggal)
-
Tes. Screening atau penapisan dapat dijadikan acuan untuk mendeteksi apakah ada tumor yang berpotensi menjadi ganas atau tidak. Walau belum cukup akurat, Ultrasonografi transvaginal dan tes darah CA-125 biasanya dapat dilakukan.
Sumber : Livescience
(ast/bt)