IDB INDONESIA IDB IDBEON ID BEON ID Beyond IDB IDB INDONESIA ID BEYOND BeonCorp Beon Corp Puasa Ketogenik Meringankan Penderita Epilepsi – MauSehat.Com
You Are Here: Home » Warta Sehat » Puasa » Puasa Ketogenik Meringankan Penderita Epilepsi

Puasa Ketogenik Meringankan Penderita Epilepsi

Keto-DietSejak zaman kuno, puasa secara konsisten telah dianggap sebagai bagian penting dari mengobati berbagai penyakit, termasuk epilepsi. Para peneliti di Johns Hopkins University telah meneliti efek puasa bersama dengan diet ketogenik (tinggi lemak, asupan karbohidrat yang rendah), setelah bukti awal menunjukkan bahwa puasa air dan karbohidrat tidak mengurangi frekuensi serangan epilepsi.


Bagaimana cara kerja diet ketogenik?

Trik diet ketogenik adalah melalui asupan rendah karbohidrat yang membuat tubuh kelaparan sehingga tubuh mulai membakar lemak sebagai sumber bahan bakar utamanya. Bila karbohidrat tidak tersedia untuk konversi menjadi glukosa, hati mulai merubah lemak menjadi asam lemak dan kelompok senyawa yang dikenal sebagai badan keton. Badan keton ini kemudian diangkut ke jantung dan otak, yang akan digunakan sebagai sumber energi, bukan glukosa. Ini adalah tingkat keton darah yang kemudian memicu perubahan biokimia kecil di otak. Ujian dan pengamatan menunjukkan bahwa diet ketogenik membantu sekitar setengah dari pasien yang mencobanya, sementara sekitar 20 persen pasien mengalami perbaikan besar.


epilepsi1ll0Karena persyaratan khusus dan manfaat yang unik, diet ketogenik tidak seimbang, dan hanya mencakup beberapa buah-buahan dan sayuran, yang biasanya kaya lemak. Namun, menu ketogenik tidak boleh tidak sehat. Mentega kacang, minyak kelapa, alpukat, zaitun, telur, minyak zaitun, susu, keju cottage dan Omega-3 (seperti salmon dan mackerel) merupakan sumber yang sangat baik dari lemak, yang dapat meningkatkan kolesterol HDL (kolesterol baik).


Namun studi lain Johns Hopkins membawa bukti lebih lanjut tentang manfaat dari diet ketogenik, bersama-sama dengan puasa periodik. Penelitian ini juga berhasil membuktikan bahwa kedua pendekatan saling melengkapi, dan harus digunakan bersama-sama untuk hasil terbaik. Adam Hartman, seorang ahli saraf pediatrik di Johns Hopkins University, menjelaskan bahwa ” puasa tidak hanya mengintensifkan efek terapi diet ketogenik namun sebenarnya dapat merupakan cara yang sama sekali baru untuk mengubah metabolisme anak-anak dengan epilepsi.”


Sumber : Naturalnews

(rsh/bt)

Baca juga :

Diet Puasa Bagi Penderita Ginjal Kronis

Ingin Gigi Lebih Putih?? Kunyalah Makanan Ini

Tips Kurangi Dampak Buruk Demam Bola

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top