You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Nyeri Kandung Kemih atau Interestial Sistitis

Nyeri Kandung Kemih atau Interestial Sistitis

hold-in-mee-explode-healthCisitis atau Sistitis merupakan penyakit peradangan pada kandung kemih (terutama lapisannya) dan biasanya disebabkan oleh kuman, seperti bakteri usus E. coli. Berbeda dengan istilah interastial yaitu Sistitis yang disebabkan karena rusaknya jaringan antara sel-sel dinding kandung kemih. Tipe sistitis biasanya merespon cukup baik terhadap pengobatan, meskipun memang cukup banyak wanita mendapatkan serangan berulang, terutama jika mereka aktif secara seksual. Hal ini terjadi karena fakta bahwa saluran kemih perempuan agak dekat dengan anus, sehingga sangat mudah bagi kuman yang asalnya dari usus bergerak ke seluruh bagian yang terletak di antara bagian anus dan vagina. Selain itu juga bisa terjadi pada wanita yang membasuh kemaluannya dari belakang ke depan, bukan dari depan ke belakang.

Sistitis pertama kali diciptakan pada tahun 1887. Sindrom Interestial Sistitis dikenal dengan nama nyeri kandung kemih (BPS).

Gejala utama :

  1. Rasa sakit dan nyeri dan sensasi tertekan tepat di atas tulang kemaluan, bagian terendah perut.

  2. Sering buang air kecil

  3. Nyeri saat buang air kecil

  4. Pada wanita, nyeri yang mendalam saat hubungan seks

Tidak banyak orang tahu kalau penyebab interestial sistitis bukan karena kuman saja, tapi karena adanya sel yang disebut “sel mast” yang terkait dengan banyaknya jenis alergi. Dalam kondisi alergi, sel mast akan melepaskan kimia yang bernama histamin yang dapat menyebabkan bengkak dan sakit. Sistitis ini juga bisa terjadi karena adanya luka/borok pada kandung kemih. Banyak sekali ditemukan, ketika pasien sistitis melakukan dengan cystocoped (pemeriksaan visual dengan menggunakan alat seperti teleskop) mendapati 1 dari 15 pasien terdapat borok/luka pada kandung kemih mereka. Ulkus/borok ini disebut sebagai Hunner’s ulcers yang bisa diobati dengan operasi. Tipe pengobatan lain dengan Elmiron. Perawatan intensif bisa memperbaiki kondisi akibat sistitis ini.

Belum ada pemeriksaan sederhana tentang sistitis ini. Pemeriksaan sampel urin dengan kultur untuk mencari mikroorganisme yang berperan di dalamnya juga bukan hal yang membantu. Cystocopy cukup dapat membantu, sedang pada pria, penilaian terhadap kelenjar prostat termasuk penting karena gejala prostat dapat dengan mudah mirip dengan interstitial cystitis. Ada beberapa bukti bahwa adanya bahan kimia fenilasetil butilen dalam urin dapat menjadi penanda dari sistitis.

Pengobatan

American Urological Association merekomendasikan pengobatan dengan cara dibawah ini:

  1. gejala-cystitis-pada-wanitaKonsultasi psikologi agar penderita memahami masalah dan stress nya

  2. Obat-obatan oral, termasuk Elmiron (pentosan polysulfate), obat-obatan anti depresan tetrasiklik dan hidroksizin (antihistamin yang dapat menghalangi aktivitas histamin memproduksi sel mast.

  3. Memasukkan obat langsung ke kantung kemih secara bertahap misalnya dengan dimetil sulfoksida (DMSO)

  4. Distensi sementara dan singkat dari kandung kemih dengan cairan.

  5. Operasi pemblokiran beberapa syaraf di kandung kemih

  6. Penggunaan toksin botulinum atau obat imunosupresan siklosporin (dikenal dengan nama cyclosporin)

  7. Operasi besar, misalnya mengalihkan aliran urin dari kandung kemih.

Akan lebih baik jika sudah merasakan keanehan pada kantung kemih, segera hubungi ahli urologi untuk mendapatkan pengobatan tepat.

Sumber : netdoctor

(ast/bt)

Baca juga :

Warna Urin Mencerminkan Kesehatan Ginjal

Sikap Apatis Menjadi Penanda Pengerutan

Alkohol dan Otak Kita

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top