Metode Baru CRISPR Untuk Menyembuhkan Penyakit
Beberapa penyakit ada yang disebabkan karena kelainan perubahan DNA, seperti penyakit hati genetik, autis, anemia sel sabit dan down syndrom. Namun baru-baru ini para ilmuwan menciptakan sebuah metode baru untuk menyembuhkan penyakit yang disebabkan karena kelainan perubahan DNA. Metode penyembuhan ini dinamakan metode CRISPR.
Metode CRISPR ini dapat membuat perubahan kecil dalam database besar dari molekul DNA. Metode CRISPR digunakan untuk memperbaiki alfabet genetik yang telah bermutasi dalam gen, yang terkait dalam metabolisme DNA.
Dalam hal penyakit hati genetik (keturunan), para ilmuwan mengklaim bahwa mutasi yang sama pada gen yang sama menyebabkan penyakit hati akhirnya diwariskan pada keturunannya, para ilmuwan berharap bahwa uji klinis pada pasien dapat dimulai dalam beberapa tahun ke depan melalui metode baru ini.
Untuk studi ini, para ilmuwan di Massachusetts Institute of Technology (MIT) menggunakan teknologi CRISPR untuk menemukan dan memperbaiki pasangan basa DNA bermutasi dalam gen manusia yang disebut LAH. Metode baru ini menggunakan ‘enzim’ untuk menargetkan bagian tertentu dari 23 pasang kromosom manusia. Enzim yang ditemukan pada tahun 1987 dan pada awalnya dianggap sebagai ‘sampah DNA’ ini, ternyata berpotensi besar dan berperan penting dalam metode baru ini. Para ilmuwan mengkombinasikan dengan enzim DNA-sniping, disebut Case9 dan digunakan untuk memperbaiki gen manusia yang rusak. Mutasi dapat menyebabkan kerusakan mematikan asam amino tirosin pada 1 dari 100.000 orang dan harus diobati dengan obat khusus dan menjalankan progam diet rendah protein.
Dalam metode CRISPR, rantai RNA bertindak sebagai ‘pemandu’ molekul untuk menemukan pasangan basa yang bermutasi, dan dikenal sebagai FAH. Enzim Case9 yang melekat pada RNA, kemudian mampu memperbaiki sel DNA yang rusak. Dengan menggunakan metode ini, gen yang ‘baru’ telah dimasukkan ke dalam sekitar satu dari setiap 250 sel hepatosit. Selama 30 hari berikutnya, sel-sel yang sehat mulai berkembang biak dan mengganti sel-sel yang sakit dan rusak.
Para ilmuwan yakin metode ini sangat akurat dan dapat digunakan untuk terapi gen (mengganti gen yang rusak dengan gen yang sehat), termasuk pada virus yang belum dapat disembuhkan seperti HIV dan penyakit kanker. ‘Sistem CRISPR sangat mudah untuk mengkonfigurasi dan menyesuaikan’, ujar Profesor Anderson, anggota dari MIT Institute for Medical Engineering dan Science.
Sumber : Dailymail
(dny/bt)
Baca juga :