Comfort Food Untuk Anak
Makanan lezat nyatanya membuat hati anak nyaman, terutama ketika ia gelisah atau sakit. Sebuah penelitian oleh Lukas Van Oudenhove, MD, PhD, dari University of Leuven di Belgia menemukan bahwa terdapat hubungan antara emosi, rasa lapar, asupan makan dan makanan lezat. Keempat faktor ini memiliki pengaruh penting terhadap mood seseorang. Hal ini disebabkan karena makanan memiliki bahan kimia yang mempengaruhi otak baik untuk bertindak maupun merasa, yang pada akhirnya akan mempengaruhi suasana hati.
Untuk itu, ketika anak sedang tidak mood atau tidak bersemangat karena sedang sakit, obati dan kembalikan keceriaannya dengan makanan lezat mengandung lemak baik atau yang biasa disebut comfort food. Comfort food bisa diartikan sebagai makanan tradisional yang seringkali menimbulkan rasa nostalgia atau rasa sentimentil yang menyenangkan ketika menyantapnya. Biasanya, makanan ini memiliki tekstur yang lembut, hangat dan tentu saja rasa yang lezat. Comfort food kebanyakan berasal dari bahan makanan sumber lemak serta memiliki kandungan kalori dan gula yang tinggi. Beberapa makanan nyaman ini sangat mudah untuk dimasak. Untuk anak, comfort food bisa jadi merupakan makanan favoritnya yang dibuat sendiri oleh Anda.
Perlu diketahui, hidangan yang mengandung gula tinggi (lebih dari 10% total kebutuhan energi anak atau 25 gram untuk anak 1-3 tahun dan 38 gram untuk anak usia 3-5 tahun) sebenarnya hanya mengembalikan mood sekitar satu jam saja. Jika berlebih justru akan menyebabkan perubahan suasana hati menjadi cemas.
Aturan dalam pemberian comfort food pada anak, yaitu :
-
Hindari penggunaan zat tambahan makanan seperti pengawet dan pewarna makanan.
-
Gunakan makanan sumber protein seperti daging tanpa lemak, ayam tanpa kulit atau ikan.
-
Pilih sumber karbohidrat komplek untuk meningkatkan suasana hati. Misalnya kentang, tepung, gandum atau pasta.
-
Manfaatkan comfort food sebagai makanan ‘penyembunyi’ sayuran jika si kecil kurang menyukainya. Sayuran yang memiliki warna terang seperti brokoli, wortel dan buncis adalah pilihan yang baik. -
Gunakan gula pasir secukupnya saja. Jika menginginkan rasa manis, manfaatkan bahan makanan yang memiliki rasa manis alami. Bisa dengan cara dijus atau diperas terlebih dahulu.
-
Tetap sajikan comfort food pada jam makan agar kegiatan makan anak tidak berantakan. Jika comfort food yang Anda buat berupa kudapan, maka sajikanlah saat jam snack
-
Ajarkan pada si kecil untuk mengetahui perbedaan antara kebutuhan makan untuk meringankan suasana hati yang kurang baik, dengan makan karena emosi. Sebab makan dengan emosi dapat menyebabkan obesitas. Hal ini dikarenakan comfort food kebanyakan memiliki rasa gurih atau manis.
(vna)