Diare Ga Sembuh? Cek Beberapa Penyebab Berikut Ini
Sakit perut serta diare, umumnya hampir semua pernah mengalaminya, dari yang ringan, berat dan butuh perawatan. Penyebab diare, kebanyakan disebabkan oleh faktor luar seperti makanan atau cuaca. Namun ada juga sebab diare yang tidak umum yaitu :
-
Parasit. Jika makanan atau air minum terkontaminasi parasit Giardia, maka diare yang dihasilkan bisa sangat parah. Menurut CDC, Giardia dilindungi oleh kulit luar yang memungkinkan untuk bertahan hidup di luar tubuh untuk jangka waktu yang lama dan membuatnya toleran terhadap klorin. Gejala yang terjadi adalah perut bergas, kram , mual, dehidrasi dan tinja berminyak yang cenderung mengapung. Kondisi ini bisa berlangsung hingga dua minggu. Kulit gatal dan bengkak di mata atau sendi. Jika terjadi pada anak-anak dapat lebih buruk. Giardiasis parah dapat menunda pertumbuhan fisik dan mental, perkembangan yang lambat, dan menyebabkan kekurangan gizi.
-
Crohn’s disease. Merupakan peradangan kronis pada saluran pencernaan, seperti radang usus. Chron’s disease menyerang sekitar seperempat dari 1 persen dari populasi AS. Hal ini biasanya mempengaruhi daerah di mana usus kecil dan besar bertemu dan terjadi diare persisten, perdarahan pada rektum, terlalu cepat buang air besar, kram, nyeri, sembelit dan perasaan tidak selesai setelah buang air besar. Yayasan ini mencatat beberapa orang dapat mengalami kehilangan nafsu makan, sehingga terjadi penurunan berat badan dan merasa lelah. Dalam kasus yang lebih berat, Crohn dapat menyebabkan celah pada lapisan anus, yang dapat menyebabkan rasa sakit dan perdarahan, terutama saat buang air besar atau kelainan lainnya.
-
Hepatitis. Beberapa virus dapat menyebabkan peradangan pada hati, yang menyaring darah, membantu mencerna makanan dan perkelahian infeksi. Semua virus Hepatitis A, B atau C yang merusak hati, menciptakan kondisi yang dikenal sebagai virus hepatitis. CDC menyatakan banyak orang tidak menunjukkan gejala sehingga mereka terkesan tidak terinfeksi. Hepatitis mungkin juga dapat disertai gejala kelelahan, kehilangan nafsu makan, demam, mual, nyeri perut, gelap urin, tinja berwarna abu-abu, nyeri sendi dan penyakit kuning, yang merupakan warna kuning pada kulit dan putih mata.
-
Pemanis buatan. Umumnya orang akan berpikir sehat-sehat saja ketika meghindari gula asli padahal mereka sensitif terhadap pemanis buatan seperti sorbitol, yang ditemukan di permen karet, minuman olahraga dan produk bebas gula lainnya. Men’s Health mencatat bahwa pemanis buatan menarik air dari usus, sehingga mereka dapat menyebabkan diare.
Sumber : medicaldaily.com
(asr/bt)