You Are Here: Home » Warta Sehat » Kesehatan Ibu & Anak » Bayi Di Dalam Janin Bisa Merasakan Kecemasan Ibu

Bayi Di Dalam Janin Bisa Merasakan Kecemasan Ibu

article-0-1E67E63400000578-279_634x681Melihat wajah janin di dalam rahim merupakan pemandangan yang paling menenangkan untuk seorang ibu pada saat pemeriksaan dengan USG 4D. Semua perilaku janin di dalam rahim akan tergambar dengan jelas. Ternyata perilaku si ibu dapat mempengaruhi perilaku janin meski di dalam rahim. Sebuah studi menunjukkan gambaran janin ketika si ibu dalam kondisi cemas. Pada kondisi ini, gambaran perilaku yang terlihat pada janin yaitu selalu menyentuh wajah mereka dengan tangan. Para peneliti menggunakan USG 4D yang diambil dari berbagai sudut yang berbeda untuk membuat gambar semakin lebih jelas.

Para peneliti percaya bahwa pada saat si bayi mengalami kecemasan, maka akan ditenangkan oleh sang ibu dengan kekuatan sentuhan dari sang ibu. Orang dewasa umumnya, akan memegang kepala kita dengan dua tangan, berbeda dengan ibu hamil yang sedang mengalami stress, akan menyentuh perutnya dengan satu tangan. Walaupun penelitian sebelumnya telah menemukan bayi dapat menangkap strees si ibu dalam rahim, tapi penelitian ini diyakini yang pertama dengan memberikan bukti fotografi.

Peneliti Nadja Reissland dari Universitas Durham meneliti dari 15 ibu hamil dengan melakukan USG 4D sebanyak empat kali selama kehamilan. Si ibu ditanyai tentang tingkat stress ibu dalam satu bulan menjelang periksa USG untuk melihat seberapa sering bayi di dalam janin menyentuh wajah mereka. Secara total, delapan anak perempuan dan tujuh laki-laki melakukannya 342 kali.

article-2646530-1E67E73400000578-327_306x423Jurnal lateralitas: Asimetris Tubuh, Otak and Cognition melaporkan, semakin cemas si ibu, maka semakin banyak si bayi menempelkan tangannya di wajahnya. Dr. Reissland percaya bahwa bayi di dalam kandungan mengambil peningkatan hormon stres kotisol yang diproduksi oleh si ibu. Studi ini menemukan bahwa ibu yang berada di bawah tekanan, cenderung menggunakan tangan kiri saat menyentuh wajah mereka. Hal ini penting karena gangguan perhatian defisit hiperaktif, autisme, depresi dan skizofrenia semua lebih sering terjadi pada orang-orang yang kidal. Dr Reissland berkata: “Kebanyakan ibu yang merasakan cemas itu baik-baik saja dan tidak perlu khawatir tetapi perlu diperhatikan untuk mengurangi stres/kecemasan mereka.”

Sumber : Dailymail

(vna/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top