Asia Waspada Virus Ebola
Kekhawatiran bahwa wabah ini dapat menyebar ke benua lain telah dicemaskan negara-negara Eropa dan Asia. Hal ini diperkuat dengan peringatan Lembaga Dokter Amal dan Medis Tanpa Batas (MSF) bahwa epidemi Ebola berada di luar kendali. Namun, Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia Nafsiah Mboi memastikan, Indonesia masih aman dari virus tersebut. Meski begitu, masyarakat Indonesia diminta untuk tetap waspada.
Seseorang yang terkena virus ebola umumnya memiliki gejala seperti demam, lemah, nyeri otot, sakit kepala, sakit tenggorokan, muntah, diare, ruam pada kulit, kerusakan ginjal dan hati, serta perdarahan dalam tubuh.
Menkes mengatakan, penularan virus ini terjadi melalui kontak langsung dengan cairan tubuh. Sehingga kemungkinan warga negara Indonesia untuk tertular virus ebola sangat kecil. “Hanya sedikit orang Indonesia yang ke sana (Liberia, Nigeria, dan Sierra Leona). Penerbangan langsung ke sana juga tidak ada. Lalu lintas komunikasi tidak ada yang langsung, jadi tingkat Indonesia baru waspada,” sambung Menkes.
Travel warning bagi pengamat kesehatan dianggap jitu meminimalisir penyebaran virus Ebola. Kendati begitu, World Health Organization (WHO) menganggap bahwa mengambill kebijakan travel warning belum tepat dilakukan sekarang.
Dikatakan Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes), Prof Tjandra Yoga Aditama, WHO belum mengeluarkan travel warning dalam bentuk apapun sampai saat ini. Namun, untuk meredam penyebaran virus ini, Center of Diseases Control (CDC) Amerika Serikat sudah mengeluarkan semacam peringatan menghindari perjalanan yang tidak begitu perlu (nonesential travel) ke negara-negara endemik Ebola.
Alasan lain belum perlu travel warning karena jalur penerbangan dari tiga negara tersebut tidak mencakup semua benua, atau masih sedikit negara membuka jalur penerbangan ke tiga negara tersebut.
“Sekarang ini ada 39 bandara internasional di 35 negara yang punya penerbangan langsung dari tiga negara terjangkit Ebola. Negara-negara itu ada di Afrika, Eropa, dan Amerika Serikat, tidak ada dari Asia. Penularan melalui penerbangan komersial juga relatif kecil, dan saat ini belum ada penerbangan langsung ke Asia. Tetapi tentu harus diikuti perkembangannya dan tetap waspada,” kata Tjandra.
Sumber : dari berbagai sumber
(rsh/bt)
Baca juga :
Tubuh Bagaikan Mesin Mati Tanpa Enzim
Orang Kurus Tak Selamanya Aman Dari PJK, Stroke, Hipertensi, Dll
Comments (1)