Anoreksia dan Melemahnya Fungsi Organ Jantung
Program diet penurunan berat badan memang tidak pernah sepi peminat. Dari mulai penggunaan pil pembakar lemak, latihan di tempat gym maupun pembatasan asupan kalori.
Sayangnya masih banyak orang yang belum memahami konsep diet sehat penurunan berat badan. Bahkan pada kalangan anak muda dan dewasa, melakukan diet secara ketat, sehingga akan muncul ketakutan yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan.
Jika ini terjadi , waspadai akan penyakit Anoreksia Nervosa yaitu sebuah gangguan makanan yang ditandai dengan penolakan untuk mempertahankan berat badan yang sehat dan rasa takut yang berlebihan terhadap peningkatan berat badan akibat pencitraan diri yang menyimpang. Pengobatan dini sangat penting dilakukan untuk mencegah supaya tidak berkembang menjadi penyakit kronis yang dapat menyebabkan gagalnya fungsi organ bahkan kematian. Angka kematian pada Anoreksia Nervosa diperkirakan mencapai 5-6 persen.
Organ jantung merupakan salah satu organ vital yang juga dipengaruhi oleh kondisi Anoreksia Nervosa. Empat pola gangguan pada organ jantung seperti yang dirilis oleh everydayhealth adalah sebagai berikut:
-
Kelemahan pada Otot Jantung.
Otot jantung akan kehilangan massa karena dinding jantung menjadi tipis dan melemah. Bilik jantung akan membengkak sehingga terjadi penurunan fungsi pemompaan jantung dan tekanan darah menurun. Organ yang sangat sensitif terhadap tekanan darah dan aliran darah seperti ginjal dan hati mulai terganggu, sehingga dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ. Untungnya dengan berat badan dan penambahan vitamin dan mineral otot jantung dapat pulih kembali.
-
Ritme Jantung Abnormal.
Jantung ber berdetak secara perlahan atau disebut bradikardia. Hal ini terjadi karena otot jantung melemah sehingga jantung harus meningkatkan jumlah denyut per menit untuk menjaga aliran darah tetap sama. Akibatnya tekanan darah turun lebih cepat dan berkembang menjadi kegagalan fungsi organ.
Anoreksia Nervosa juga dapat menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit penting bagi jantung seperti sodium, potassium dan magnesium. Hal ini juga dapat menyebabkan serangan jantung.
Banyak mekanisme tubuh yang tidak kita ketahui membantu seluruh aktivitas tubuh. Contoh: ketika duduk atau berdiri membutuhkan konstriksi pembuluh darah untuk meningkatkan tekanan darah yang juga berhubungan dengan denyut jantung dan kontraktilitas jantung. Pada orang dengan anoreksia refleks ini dapat terganggu atau hilang sehingga dapat menyebabkan pusing, pingsan dan bahkan perubahan kognitif ketika penderita hendak berdiri atau duduk.
-
Mitral valve prolapse.
Katup jantung antara ruang atas dan bawah di sisi kiri jantung disebut katup mitral. Katup ini akan menutup ketika terjadi kontraksi ketika jantung memompa darah. Perubahan massa otot jantung dapat mempengaruhi penutupan katup yang dapat menyebabkan katup mitral kurang erat menutup dan prolaps ke dalam ruang jantung bagian atas. Pada orang-orang dengan anokreksia sekitar 20 persen akan memiliki mitral valve prolapse. Sayangnya, kondisi katup jantung tampaknya bertahan bahkan setelah kenaikan berat badan.
Berat badan rendah, khususnya kehilangan massa otot merupakan tanda-tanda nyata dari Anoreksia Nervosa. Umumnya penderita Anoreksia mengkonsumsi rendah kalori dalam satu hari dan berolahraga secara berlebihan.
Jika sudah mengetahui cirinya, maka segeralah menghubungi dokter untuk mendapatkan pertolongan. Ingat bahwa salah satu atribut dari anoreksia adalah ketidakmampuan untuk mengenali masalah pada diri sendiri meskipun sangat kurus.
(bt)
Baca juga :
Kafein Dapat Menurunkan Resiko Kanker Kulit ???
