Diet Tepat Terhindar Dari Menorrhagia
Banyak wanita mengalami perdarahan menstruasi yang berat, suatu kondisi yang disebut menorrhagia. Ada yang memang harus didampingi oleh profesional medis karena faktor yang mendasari seperti adanya polip, tumor fibroid dan gangguan hormonal. Sedangkan lainnya hanya stress dan gangguan masalah kesehatan. Bahkan, hampir 30 persen wanita premenopause mengeluh perdarahan berat, namun hanya 10 persen dari mereka yang masuk kategori penderita menorrhagia.
Perubahan diet dapat membantu mengurangi perdarahan menstruasi yang berat. Bahkan, menurut Dr Christiane Northrup, anggota dari American College of Obstetri dan Ginekologi dan otoritas terkemuka pada kesehatan perempuan, sangat penting bagi wanita yang berhubungan dengan menorrhagiamelakukan diet seimbang yang kaya akan lemak sehat dan mengurangi konsumsi makanan indeks glikemik tinggi. Menghilangkan semua produk susu yang diproduksi secara konvensional (bahkan yang rendah lemak).
Mengganti roti putih, makanan ringan asin dan permen dengan makanan indeks glikemik rendah seperti brokoli, kacang merah, bayam dan gandum yang lebih bermanfaat. Dan juga termasuk lemak sehat yang kaya rasio ideal omega-3 dan omega-6 seperti walnut, alpukat dan minyak kelapa extra-virgin.
Dr Northrup juga menyarankan mengonsumsi buah dan sayuran yang mengandung sejumlah besar vitamin A, C dan E, seperti ceri, tomat, kubis, buah jeruk dan labu yang dapat membantu memperbaiki gejala menorrhagia.
Sumber : NaturalNews
(rsh/bt)
Baca juga :