You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Terapi Efektif Untuk Anak Autis

Terapi Efektif Untuk Anak Autis

autisMempunyai anak autis memang diperlukan kesabaran dalam menghadapinya. Para orang tua juga harus memahami bahwa gejala autis dapat berbeda antara satu dan lainnya. Oleh karenanya selain kesabaran juga diperlukan konsistensi dalam penanganannya, meski membutuhkan waktu yang sangat panjang.

Para ahli merekomendasikan bahwa terapi pada anaka autis harus dilakukan sejak dini sebelum anak berusia 5 tahun. Perkembangan otak anak mencapai puncaknya antara usia 2-3 tahun. Untuk mendukung perubahan otaknya penting bagi orang tua untuk mengenali jenis treatment yang sesuai dengan kondisi anaknya. Beberapa terapi yang diakui dan direkomendasikan oleh beberapa ahli adalah sebagai berikut :

  • Terapi Biomedik difokuskan pada pembersihan fungsi-fungsi abnormal pada otak. Dengan terapi ini diharapkan fungsi susunan saraf pusat bisa bekerja lebih baik sehingga gejala autis berkurang atau bahkan menghilang. Obat-obatan juga digunakan untuk penyandang autis, namun harus dengan pengawasan dokter spesialis yang lebih memahami dan mempelajari autis. Terapi biomedik melengkapi terapi lainnya dengan memperbaiki dari dalam (biomedis). Dan juga didukung oleh terapi dari dalam dan luar diri agar mengalami kemajuan yang cukup bagus.

  • Terapi Okupasi berguna untuk melatih otot-otot halus anak. Menurut penelitian, hampir semua kasus anak autis mempunyai keterlambatan dalam perkembangan motorik halus. Gerak-geriknya sangat kaku dan kasar, mereka kesulitan untuk memegang benda dengan cara yang benar, kesulitan untuk memegang sendok dan menyuapkan makanan ke dalam mulutnya,dsb. Dengan terapi ini anak akan dilatih untuk membuat semua otot dalam tubuhnya berfungsi dengan tepat.

  • Terapi Integrasi Sensoris berguna meningkatkan kematangan susunan saraf pusat, sehingga lebih mampu untuk memperbaiki struktur dan fungsinya. Aktivitas ini merangsang koneksi sinaptik yang lebih kompleks, dengan demikian bisa meningkatkan kapasitas untuk belajar.

  • Terapi Bermain adalah pemanfaatan pola permainan sebagai media yang efektif dari terapis, melalui kebebasan eksplorasi dan ekspresi diri. Pada terapi ini, terapis bermain menggunakan kekuatan terapeutik permainan untuk membantu penderita menyelesaikan kesulitan-kesulitan psikososial dan mencapai pertumbuhan, perkembangan yang optimal.

  • Terapi Perilaku memfokuskan penanganan pada pemberian reinforcement positif setiap kali anak berespons benar sesuai intruksi yang diberikan. Tidak ada punishment dalam terapi ini, akan tetapi bila anak menjawab salah akan mendapatkan reinforcement positif yang ia sukai. Terapi ini digunakan untuk meningkatkan pemahaman dan kepatuhan anak pada aturan. Hasil yang didapatkan dari terapi ini sangat signifikan bila mampu diterapkan secara intensif.

  • Terapi Fisik Beberapa penyandang autis memiliki gangguan perkembangan dalam motorik kasarnya. Kadang tonus ototnya lembek sehingga jalannya kurang kuat. Keseimbangan tubuhnya juga kurang bagus. Fisioterapi dan terapi integrasi sensoris akan sangat banyak menolong untuk menguatkan otot-otot dan memperbaiki keseimbangan tubuh anak.

  • Terapi Wicara perlu dilakukan karena hampir semua anak dengan autis mempunyai kesulitan dalam bicara dan berbahasa. Kadang-kadang bicaranya cukup berkembang, namun mereka tidak mampu untuk memakai kemampuan bicaranya untuk berkomunikasi/berinteraksi dengan orang lain.

  • Terapi Musik membantu integrasi fisik, psikologis, dan emosi individu, serta untuk treatment penyakit atau ketidakmampuan. Menurut American Music Therapy Association (2002), terapi musik adalah semacam terapi yang menggunakan musik yang bersifat terapeutik guna meningkatkan fungsi perilaku, sosial, psikologis, komunikasi, fisik, sensorik motorik dan kognitif.

  • iloveautismchildTerapi Perkembangan didasari oleh adanya keadaan bahwa anak dengan autis melewatkan atau kurang sedikit bahkan banyak sekali kemampuan bersosialisasi.yang termasuk terapi perkembangan misalnya Floortime, dilakukan oleh orang tua untuk membantu melakukan interaksi dan kemampuan bicara.

  • Terapi Visual dipakai untuk mengembangkan metode belajar berkomunikasi melalui gambar-gambar. Beberapa video games bisa juga dipakai untuk mengembangkan keterampilan komunikasi.

  • Terapi Medikamentosa disebut juga terapi obat-obatan. Terapi ini dilakukan dengan pemberian obat-obatan oleh dokter yang berwenang. Para penyandang jangan diberi sembarang obat, tapi obat harus diberikan bila timbul indikasi kuat. Gejala yang sebaiknya dihilangkan dengan obat : hiperaktivitas yang hebat, menyakiti diri sendiri, menyakiti orang lain (agresif), merusak (destruktif), dan gangguan tidur.

  • Terapi Melalui Makanan diberikan untuk anak-anak dengan masalah alergi makanan tertentu. Di sisi lain, ada beberapa makanan yang mengandung zat yang dapat memperberat gejala autis pada anak. Dalam terapi ini diberikan solusi tepat bagi para orang tua untuk menyiasati menu yang cocok dan sesuai bagi putra-putrinya sesuai dengan petunjuk ahli mengenai gizi makanan.

Sumber : Autismcenter

(vna/bt)

 

Baca juga :

Rahasia Diet untuk Anak-anak Autis

Tanda-tanda Kanker Kulit

Pengobatan Alami Depresi

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top