You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Siapa Sangka Pakaian Sebagai Sumber Polutan

Siapa Sangka Pakaian Sebagai Sumber Polutan

Bahan polutan kimia sebajulalu hadir disekitar kita. Bahkan baju yang setiap hari digunakan menjadi salah satu sumber polutan. Berbagai bahan kimia udara diserap oleh pakaian, dan pada saat pencucian bahan kimia akan terbawa oleh air cucian menuju instalasi pengolahan air dan beberapa mengalir menuju sungai atau laut. Sayangnya, bahan kimia ini tidak bisa dibersihkan.

Polutan bahan kimia termasuk yang ditemukan pada produk furnitur, komputer dan elektronik lainnya, senyawa pada plastik yang disebut phthalates, dikaitkan dengan gangguan libido rendah, mengurangi kesuburan, cacat lahir dan IQ lebih rendah pada bayi. Demikian juga menurunnya tingkat kesuburan pada manusia dan hewan, tak lepas dari peran bahan kimia sintetis. Bahan kimia ini menganggu proses tubuh karena menyerupai hormon alami tubuh.

Para peneliti dari University of Toronto menemukan bahwa kain katun dan polyester buatan pabrik menyerap lebih banyak bahan kimia flame retardants dan ftalat dari udara daripada tenunan buatan manusia.

Dr Miriam Diamond, penulis utama studi dalam jurnal Environmental Science & Technology, mengatakan: “Hasil ini memiliki implikasi mengenai peranan pakaian dalam menyerap bahan kimia dari dalam dan ke luar lingkungan. Pakaian bertindak sebagai pembawa bahan kimia yang efisien dari dalam dan ke luar ruangan kemudian dilepaskan selama pencucian. ‘

Phthalates ditemukan dalam berbagai produk umum, termasuk wewangian sintetis, wadah makanan plastik, lantai vinyl, obat nyamuk, tirai mandi, roda kemudi dan dashboard. Bahan kimia, yang digunakan untuk melembutkan plastik, secara bertahap dilepaskan ke atmosfer selama umur plastik hingga menjadi lebih rapuh. Serat alami mempunyai lebih banyak phthalates dari pada polyester.

Phthalates pada pakaian juga berasal dari debu rumah tangga, menurut Dr Michael Warhurst, direktur eksekutif dari amal CHEM Trust. Umumnya orang tidak menyadari banyaknya bahan kimia berbahaya yang bersumber dari debu rumah tangga biasa.

Bahan kimia yang umum ditemukan adalah Tetrabromobisphenol A dan tetrachlorobisphenol A, keduanya digunakan pada papan sirkuit dan kemasan plastic luar pada produk elektronik.

Awal pekan ini sebuah penelitian sedang dilakukan untuk melihat hubungan antara bahan kimia tingkat tinggi termasuk phthalates dengan menurunnya tingkat kesuburan pada hewan anjing.

Bulan lalu penelitian di Inggris menunjukkan bahwa bahan wol pada seragam resmi para pengamat burung dan pecinta alam lainnya merupakan sumber utama pencemaran laut. Serat polyster pada wol yang menyerap bahan kimia terlepas selama proses pencucian.

Sumber : dailymail

(bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1661

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top