Ramadan Untuk Diabetesi
Orang dengan diabetes bukan berarti tidak dapat berpuasa sama sekali. Dengan bimbingan dokter/ahli kesehatan, memperbaiki pola hidup dan pola makan, orang yang diabetes bisa menjalankan ibadah puasa. Langkah pertama bisa mendiskusikan tentang naik turun kadar gula darah selama berpuasa.
The Imperial College London Diabetes Centre memberikan beberapa ceklis untuk membantu diabetesi agar tetap dapat berpuasa. Apa yang sebaiknya dilakukan?
-
Memantau kadar gula. Jika terjadi hipoglikemi dimana kadar gula di bawah 70 mg/dl atau hiperglikemia dengan kadar gula di atas 300mg / dl, atau mual atau muntah, sebaiknya segerakan berbuka puasa.
-
Gunakan ukuran piring yang dapat mengatur jumlah konsumsi diabetesi selama bulan Ramadan. Apa saja yang sebaiknya ada di piring?
-
Setengah piring dengan sayuran non-tepung (seperti bayam, wortel, selada, sayuran hijau, kubis, brokoli, kembang kol, tomat).
-
Seperempat piring dengan biji-bijian lambat diserap dan sayuran bertepung (seperti / nasi coklat, sereal kaya serat, dan ubi jalar).
-
Seperempat piring dengan daging tanpa lemak atau protein non-daging (seperti ikan, ayam, daging sapi, telur, biji atau kacang-kacangan).
-
Boleh juga ditambah makanan berbasis susu misalnya yogurt.
-
Atur waktu makan. Cobalah untuk tidak makan dengan terlalu dekat jaraknya. Tidak disarankan makan terus menerus dari iftar (buka puasa) sampai sahur. Misalnya berbuka puasa yang baik dengan kurma atau sup sebelum shalat magrib. Setelah itu, makan menu lengkap yang dimulai dari sayuran, lalu akhirnya sahur. Makan snack jika dibutuhkan. Jangan melewatkan makanan utama. Pilih sumber karbohidrat kompleks yang lama dilepaskan tubuh dan mempunyai indeks glikemik rendah, seperti roti gandum murni, beras merah. Hindari makanan indeks glikemik tinggi seperti karbohidrat sederhana, makanan manis, seperti roti putih dan tepung kentang.
-
Cukup cairan. Konsumsi sayur dan buah yang mengandung air, selain air putih. Hindari minuman tinggi kafein berupa teh dan kopi.
-
Olahraga, termasuk tingkat moderat. Tarawih dapat diartikan sebagai aktivitas fisik. Olahraga lain misalnya jalan kaki. Hindari olahraga berlebihan saat jam puasa, kecuali sekitar 2 jam setelah berbuka.
-
Selalu pantau glukosa sebelum berolahraga.
Sumber : emirates247.com
(ast/bt)