Membaca Baik Untuk Kita
Membaca, bukan hanya sebagai jendela dunia terhadap ilmu pengetahuan, ternyata juga bermanfaat bagi kesehatan. Tingkat minat membaca orang Indonesia ternyata masih sangat rendah. UNESCO pada 2012 mencatat indeks minat baca di Indonesia baru mencapai 0,001. Artinya dalam setiap 1.000 orang, hanya ada satu orang yang punya minat membaca. Umumnya yang terjadi ketika sedang membaca, mengantuk dan tertidur. Padahal ternyata, membaca sangat bermanfaat tidak hanya sekedar untuk cepat bosan dan mudah tidur. Apa saja manfaat kesehatan dibalik membaca?
-
Membaca buku ternyata mengurangi stress dan memperbaiki mood/suasana hati. Membaca adalah salah satu cara terbaik untuk mengurangi stres dan rileks. The Journal of Psychosomatic Research menerbitkan sebuah studi pada tahun 1992 yang meneliti metode-metode umum menghilangkan stres dan efektivitas mereka. Di samping olahraga dan Tai Chi, membaca terbukti menjadi peredam stres yang efektif. Ide ini kemudian dikonfirmasi dalam studi 2009 oleh Dr David Lewis di University of Sussex, yang menetapkan bahwa membaca adalah lebih efektif dalam mengurangi stres daripada mendengarkan musik, bermain video game atau pergi berjalan-jalan. Penelitian Dr Lewis dibahas dalam sebuah artikel yang diterbitkan Telegraph.
-
Punya masalah lupa dimana taruh kunci kendaraan? Jangan lupa membaca. Para ilmuwan melaporkan temuan mereka dalam jurnal akademik Neurology menetapkan bahwa seringnya membaca mengurangi kejadian penurunan kognitif pada usia tua. Penelitian hampir 300 orang menetapkan bahwa mereka yang berolahraga otak dengan tugas-tugas kognitif seperti membaca memiliki tingkat 30% lebih dari kehilangan memori dibandingkan dengan mereka yang tidak sering melakukan aktivitas mental. Orang-orang yang tidak sering melatih kemampuan kognitif mereka hampir 50% lebih mungkin untuk memiliki masalah yang berhubungan dengan otak di usia tua.
-
Hobi yang membantu mengatasi Alzheimer di usia tua. Sebuah studi yang dilaporkan oleh National Academy of Sciences dari Amerika Serikat, orang-orang yang tidak menggunakan kemampuan kognitif mereka di usia pertengahan memiliki tingkat yang lebih tinggi penyakit Alzheimer di kemudian hari. Menurut penulis utama Dr Robert P. Friedland yang dilansir USA Today bahwa Otak merupakan organ seperti setiap organ lain dalam tubuh. Umurnya sangat bergantung cara penggunaanya. Sama seperti aktivitas fisik memperkuat jantung, otot dan tulang, aktivitas intelektual memperkuat otak terhadap penyakit. Dengan kata lain, hal-hal seperti bermain catur atau membaca cara yang mengagumkan untuk olahraga otak dan beberapa cara terbaik untuk mencegah degenerasi kognitif. -
Santai akan membuat tidur lebih baik. Mengurangi stres melalui membaca adalah cara sempurna untuk bersantai dan membantu supaya cepat tidur. Menurut National Sleep Foundation, stres jadi penyebab utama insomnia dan membaca buku bisa jadi alternatif supaya cepat tidur.
Sumber : dailyhealthpost
(ast/bt)
Baca juga :
Cara Mengatasi Hipertensi pada Kehamilan