You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Lexapro dan Peningkatan Berat Badan Pada Penderita Depresi dan Kecemasan

Lexapro dan Peningkatan Berat Badan Pada Penderita Depresi dan Kecemasan

depresiLexapro merupakan nama obat dari nama lain escitalopram, dalam bentuk tablet maupun syrup. Lexapro diberikan kepada mereka yang menderita depresi dan kecemasan. Lexapro merupakan golongan obat selective serotonin reuptake inhibitors (SSRIs) yang bekerja dengan meningkatkan serotonin di otak sehingga suasana hati/mood seseorang stabil. Biasanya hanya minum 10mg/hari dalam 1 atau 2 kali pemberian. Rata-rata obat ini diminum sekitar 4 sampai 6 minggu, namun ada juga juga yang membutuhkan waktu lebih lama hingga berbulan bahkan tahun. Karena mood yang stabil akan meningkatkan nafsu makan, maka efek dari lexapro dapat meningkatkan berat badan meskipun beberapa kasus juga menurunkan berat badan. Studi ini dilakukan oleh  The United States National Library of Medicine.

Depresi dan kecemasan dapat mempengaruhi kebiasaan makan seseorang. Akibatnya dapat menyebabkan kurang nafsu makan, tidak menikmati makanan dan merasa cemas tentang makan. Namun, ketika penderita menjalani terapi pengobatan, gejala akan berangsur membaik, sehingga nafsu makan akan kembali meningkat. Sebuah studi 2014 di New England melihat adanya penambahan berat badan selama periode 12 bulan pada orang yang minum berbagai antidepresan, termasuk Lexapro. Para peneliti menggunakan citalopram untuk perbandingan. Semua obat SRRIs meningkatkan nafsu makan. Hanya fluoxetine satu-satunya obat SSRI yang menyebabkan penurunan berat badan di awal sebelum akhirnya meningkat. Rata-rata kenaikan berat badan untuk Lexapro kurang dari 0,5 persen. Kenaikan berat badan yang paling signifikan terjadi pada pria muda dan mereka yang memiliki indeks massa tubuh rendah (IMT) sebelum memulai pengobatan.

Penelitian pada tahun 2017 mempelajari peran SSRI dalam menaikkan berat badan. Mereka yang jarang/kurang beraktivitas, merokok, lebih sering konsumsi daging olahan, susu dan karbohidrat olahan merupakan fakto risiko yang menyebabkan peningkatan berat badan. Studi tahun 2011 Sebuah studi 2011 langsung membandingkan Lexapro dengan nortriptyline, yang merupakan antidepresan trisiklik. Para peneliti menemukan bahwa Lexapro memiliki kemungkinan yang lebih kecil dalam menaikkan berat badan. Penelitian lain masih diperlukan lebih lanjut, faktor yang jelas dari lexapro penyebab kenaikan berat badan.

Sumber : medicalnewstoday

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1805

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top