You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Organ Kulit dan Organ Liver Ternyata Saling Berkaitan

Organ Kulit dan Organ Liver Ternyata Saling Berkaitan

Liver_Body_3D_Anatomy_Hepatitis_C_HCV-e1375110206643Terkadang sebuah temuan unik para peneliti dapat mengagetkan kita. Seorang professor bernama Susanne Mandrup beserta dengan para penelitinya bekerja sama dengan Department of Biochemistry and Molecular Biology di the University of Southern Denmark menemukan bahwa kulit sebagai organ terbesar saling berkaitan dengan liver. Kulit dapat mempengaruhi metabolisme organ liver. Fenomena seperti ini diteliti dari tikus di lab. Sekelompok tikus dengan menggunakan sistem “knock out” dimana protein yang mengikat lemak khusus (acyl CoA) disingkirkan. Beberapa tikus lalu memiliki bulu berminyak yang aneh, serta kesulitan ketika disapih dari induknya. Ketika disapih itu, mereka turun berat badannya dan gagal berkembang. Analisis juga menunjukkan bahwa tikus mengakumulasi lemak di liver pada masa penyapihan.

Pada awalnya para peneliti mengira bahwa adanya akumulasi lemak berhubungan dengan adanya kehilangan gen. Tetapi ternyata dalam serangkaian studi ditemukan hal berbeda. Kemudian para peneliti ini melihat kondisi kulit tikus percobaan yang berminyak, kehilangan banyak air/kelembaban daripada tikus yang normal. Karena banyak kehilangan air, maka kehilangan panas juga dan menjadi alasan mengapa terbentuk akumulasi lemak.

yoon-eun-hyeLalu kemudian para peneliti melakukan lagi percobaan dengan menyingkirkan protein yang mengikat lemak, khusus hanya pada kulit saja. Serupa dengan sebelumnya, tikus juga akan mengalami kesulitan setelah disapih dan mengalami akumulasi lemak di liver. Hal ini menunjukkan kurangnya lemak yang mengikat protein pada kulit akan mengakumulasi lemak di liver.

Lalu untuk mengurangi cacat pada kulit, para tikus diberikan cairan vaseline untuk mencegah kulit kering/kurang air. Efeknya, akumulasi lemak pada liver berkurang. Lalu untuk menguji lebih jauh, tikus akhirnya juga dilumuri lateks biru yang bisa menghalangi kurangnya air di kulit tikus dan hasilnya adalah akumulasi lemak di liver berkurang. Menurut Susanne Mandrup dan Ditte Neess hal ini terjadi karena mereka (para peneliti dan kolega nya) percaya bahwa bocornya air dari kulit membuat tikus kedinginan dan mengarah pada pemecahan lemak di jaringan adiposa, lalu dipindahkan ke liver. Tikus memindahkan energi dari jaringan ke liver. Penelitian ini dipublikasikan dalam Cell Reports 2013.

Sumber : Science daily

(ast/bt)

 

Baca juga :

9 Hal yang Membuat Otak Rusak

Lemak Tak Selalu Berbahaya

Penderita Diabetes Cenderung Beresiko Terkena Kanker Pankreas

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top