You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Kondisi Kesehatan Yang Mengubah Kepribadian Seseorang

Kondisi Kesehatan Yang Mengubah Kepribadian Seseorang

kepribadianSetiap orang memiliki kepribadian yang unik. Namun, berapa banyak diantara kita yang tahu, bahwa beberapa faktor bisa mengubah kepribadian diri? Kenali faktor tersebut satu persatu.

  1. Menderita Alzheimer. Penyakit ini mempengaruhi cara berpikir, menilai, kemampuan daya ingat dan pengambilan keputusan. Penderita Alzheimer dapat mengalami kebingungan dan berubah cara pandangnya. Selain itu penderita akan mudah cemas, terganggu pikiran, stress, mudah marah dan menyalahkan.
  2. Demensia dengan Lewy Bodies. Penyakit lupa/demensia disebabkan oleh sebuah protein bernama Lewy bodies, yang mengontrol memori, berpikir dan gerakan, sehingga mempengaruhi mental dan fisik. Penderita akan pasif, kehilangan semangat hidup, hobi dan kegiatan lainnya.
  3. Mempengaruhi cara berjalan, tidur dan berpikir. Pada tahap awal, parkison dapat mengubah seseorang mudah terobsesi pada hal kecil atau bahkan ceroboh. Tahap selanjutnya, akan menjadi sulit bersosialisasi dan sulit fokus.
  4. Penyakit genetik yang muncul di usia 30 sampai 40 tahun. Penyakit ini sangat merusak sel-sel otak dan mempengaruhi pola pikir. Penderita akan kehilangan pikiran jernih, mudah marah, mengabaikan bahkan tidak menyadari lalai terhadap aktivitas kecil seperti lupa menggosok gigi.
  5. Multiple Sclerosis (MS). Sistem kekebalan tubuh menyerang syaraf otak dan tulang belakang. Dapat menyebabkan beragam masalah dari tidak dapat berjalan hingga ganguuan pada kandung kemih. Penderita dapat mengalami emosi yang tidak stabil atau bahkan salah dalam memahami emosi dengan apa yang sebenarnya sedang dirasakan.
  6. Gangguan tiroid. Gangguan hipertiroid dapat menyebabkan seseorang mudah tersinggung, mudah cemas, suasana hati berubah-berubah. Berbeda dengan hipotiroid yang cenderung tidak terlihat emosional, namun jangka panjangnya dapat menyebabkan pelupa.
  7. Tumor otak. Tumor di lobus frontal dapat mempengaruhi area yang menangani kepribadian, emosi, pemecahan masalah dan memori. Dapat mengubah orang menjadi bingungan dan pelupa. Tumor ini juga dapat menyebabkan perubahan suasana hati, membuat seseorang lebih agresif atau memicu pikiran paranoid.
  8. Beberapa tipe kanker. Kanker pada area pituitari yang mengontrol kadar hormon, atau terkena adenokarsinoma.
  9. Stroke yang mengakibatkan kelumpuhan, dapat merubah sikap penderita menjadi lebih mudah emosi, tersinggung dan impulsif.
  10. Cedera otak traumatis. Perilaku dan sikap dapat berubah seiring waktu karena misalnya otak dipukul. Dalam kasus yang serius, seseorang bisa melakukan sesuatu diluar dari kebiasaan sebelumnya.
  11. Dapat mengubah sikap terutama pada perempuan menjadi sedih berkepanjangan, perasaan tidak berharga, selalu merasa bersalah. Sedang pada pria menjadi mudah marah, cepat lelah, selalu jengkel.
  12. Gangguan obsesif kompulsif/OCD. Membuat penderita merasa cemas, pikiran yang selalu terpicu cepat, selalu ragu dengan tugas yang ringan karena sering dilakukan berkali-kali dan tidak mudah menerima kritik.
  13. Gangguan bipolar. Mood jadi tidak menentu, naik turun, perasaan menjadi tidak berharga, mengganggu kehidupan keseharian, sulit tidur dan sulit berpikir jernih.
  14. Sulit fokus, tidak ingin bersosialisasi, sulit berbicara dengan orang-orang, lama kelamaan karakter akan berubah, sulit diprediksi dan diluar kendali.

Sumber : webmd

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1805

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top