Kebiasaan-Kebiasaan Yang Dapat Merusak Ginjal.
Ginjal merupakan salah satu bagian tubuh
yang sangat penting. Fungsi utama ginjal adalah untuk detoksifikasi darah, menghilangkan produk limbah dari tubuh dan memastika
n bahwa limbah tersebut dikeluarkan dari tubuh saat buang air kecil. Infeksi atau batu dapat mengganggu fungsi ginjal dan dapat menyebabkan rasa sakit. Itulah sebabnya mengurus ginjal sangat penting. Sayangnya, ada banyak kebiasaan sehari-hari yang dapat merusak ginjal. Berikut adalah kebiasaan-kebiasaan yang dapat merusak ginjal.
Dehidrasi kronis
Hal ini karena ginjal membutuhkan bany
ak air untuk membersihkan dan menghilangkan kotoran yang dapat menyebabkan kerusakan atau infeksi. Mengkonsumsi cairan yang cukup adalah salah satu cara terbaik untuk mempromosikan fungsi ginjal yang baik.
Konsumsi garam yang berlebih
Natrium juga dibutuhkan oleh ginjal untuk melakukan fungsinya dengan baik. Namun, konsumsi natrium yang berlebihan meningkatkan tekanan darah, dan tekanan darah tinggi pad
a akhirnya dapat menyebabkan kerusakan ginjal dari waktu ke waktu.
Menunda buang air kecil
Kebiasaan yang satu ini sebaiknya dihindari. Penundaan ini dapat menyebabkan tekanan, melemahkan kandung kemih, dan meningkatkan risiko infeksi dan batu.
Konsumsi gula tinggi
Beberapa studi telah menunjukkan bahwa mereka yang mengkonsumsi tinggi gula apalagi minuman manis bersoda setiap hari memiliki risiko tinggi terdeteksinya protein dalam urin yang merupakan pertanda bahwa ginjal mengalami kerusakan.
Diet rendah gizi
Diet rendah gizi disebabkan oleh ketergantungan kita pada makanan olahan dan cepat saji. Masalah dengan hal ini adalah bahwa tubuh akan mengalami banyak kekurangan vitamin atau mineral yang dapat menyebabkan kerusakan pada ginjal dan melemahkan sistem kekebalan tubuh, sehingga membuat infeksi ginjal lebih mungkin terjadi.
Konsumsi daging yang berlebihan
Masalah lain adalah mengkonsumsi terlalu banyak daging terutama daging merah. Diet protein hewani yang sangat tinggi ini memaksa ginjal bekerja lebih keras dan ini dari waktu ke waktu dapat menyebabkan disfungsi ginjal dan akhirnya menyebabkan gagal ginjal.
Faktor risiko yang disebutkan di atas dapat dimodifikasi: Artinya, semua ini dapat dirubah dengan menjalani hidup dengan lebih sehat lagi.
Sumber: naturalnews
(rsh/bt)