You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » 12 Hal Yang Memicu Kecemasan

12 Hal Yang Memicu Kecemasan

own-worst-enemy-400x400Berbagai peristiwa yang terjadi setiap hari sangat menentukan suasana hati seseorang. Semua berpotensi menciptakan kecemasan dan depresi. Sebenarnya, semua dapat dicegah sedari dini. Dalam health online, ada 12 hal yang sebenarnya bisa dicegah, yaitu:

  1. Olahraga berperan dalam menopang suasana hati, bahkan dapat membantu  depresi dan kecemasan. Olahraga teratur memiliki efek positif pada kimia otak dan hormon terkait suasana hati, dan dapat memberikan manfaat psikologis (seperti peningkatan kepercayaan diri) yang mendorong kesehatan mental yang lebih baik. Lakukan olahraga, berjalan kaki minimal sekitar 15-20 menit.

  2. Banyak tumpukan barang. Selain tidak rapi, menjadi sarang tikus, juga meningkatkan kecemasan, depresi dan ujung-ujungnya bisa juga menambah berat badan. Jika memiliki barang yang sudah lebih dari 1 tahun tidak digunakan, berikan saja pada orang lain. Belilah barang yang benar-benar dibutuhkan atau gunakan untuk keperluan lain.

  3. Tidak cukup tidur. Kurang tidur bisa menyebabkan stress, gampang marah, wajah kusam dan lama kelamaan akan terkena gangguan kecemasan dan depresi . batasi konsumsi alkohol dan kafein, jauhi diri dari laptop, smartphone karena cahaya biru yang dipancarkan oleh perangkat ini menekan hormon melatonin dan dapat mengganggu ritme sirkadian.

  4. Banyak minum alkohol. Alkohol menekan sistem syaraf dan menekan suasana hati. Jika memang ada perayaan yang memungkinkan minum alkohol dimalam hari, minum sedang dan jangan lupa minum air putih sesudahnya.

  5. Jangan membandingkan diri, karena tidak akan pernah puas, otak dapat menjadi tidak rasional, sehingga kebahagiaan akan hilang. Tetaplah selalu bersyukur dalam keadaan apapun.

  6. Tidak terlalu terobsesi. Terlalu menekan pikiran untuk suatu hal yang itu itu saja dapat membuat detak jantung lebih cepat, hormon stress adrenalin dan kortisol bergerak naik. Belajarlah untuk bisa memilah mana yang bisa dipikirkan sekali, mana yang tidak, sehingga tidak menjadi obsesif.

  7. Jauhkan Dendam. Marah merupakan perasaan wajar ketika dikecewakan atau ada tantangan dalam hidup yang tidak dapat dielakkan atau diselesaikan. Tetapi jika terus perasaan itu ditekan, menjadi dendam berkerak dan selalu marah, maka dapat mengarah menjadi depresi. Maafkanlah apapun yang mengecewakan.

  8. Tidak terlalu banyak bekerja. Sebuah studi 2011 dari pegawai sipil Inggris menemukan bahwa kerja 11 jam lebih/hari (versus 7 atau 8 jam) dua kali lipat kemungkinan seseorang mengalami depresi.priorotaskan hidup tidak hanya untuk bekerja, tapi juga keluarga, teman dan diri sendiri.

  9. Jangan di dalam rumah terus. Vitamin D diproduksi oleh tubuh sebagai respons terhadap sinar matahari dan telah terbukti untuk melindungi terhadap depresi, dapat menenangkan alam bawah sadar kita. Dalam penelitian terbaru, scan otak menunjukkan bahwa orang yang berjalan di taman merasa tenang dan kurang frustrasi dari pada ketika mereka berjalan di jalan-jalan kota yang sibuk. Jalan-jalanlah di jalur hijau.

  10. Tidak mengisolasi diri. Mengisolasi diri hanya akan menimbulkan kesepian dan depresi. Berjalan atau bertemu dengan teman sambil mengobrol dapat menenangkan suasana hati.

  11. 3 langkah percaya pada diri sendiriJangan terlalu perfeksionis. Tidak ada di dunia ini yang sempurna, walau setiap hal punya standar. Tetapkan tujuan dan jika terjadi kesalahan, belajar dari kesalahan tersebut.

  12. Tidak pesimis. Pesimis meningkatkan depresi, kecemasan, gangguan tidur, dan masalah kesehatan lainnya. Fokus, lebih positif, meningkatkan rasa syukur, tersenyum, menurut beberapa studi dapat membuat masalah lebih ringan dan hidup lebih optimis.

Sumber : Health

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top