IDB INDONESIA IDB IDBEON ID BEON ID Beyond IDB IDB INDONESIA ID BEYOND BeonCorp Beon Corp Jangan Sepelekan Campak – MauSehat.Com
You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Jangan Sepelekan Campak

Jangan Sepelekan Campak

campakCampak disebabkan oleh Virus bernama Paramyxovirus. Nama lainnya: Rubeola. Menurut WHO, tahun 2015, Indonesia menempati 10 besar di dunia dalam jumlah penderita campak. Jumlah kasus Campak dan Rubella hingga Juli 2018 tercatat sebanyak 2.389 kasus suspek, terdiri dari 383 positif campak dan 732 positif rubella (Beritasatu). Campak mudah sekali menyerang bayi, balita dan anak-anak.

Campak bisa menular melalui bersin dan batuk, kontak langsung dengan cairan dari hidung dan tenggorokan orang yang terserang campak. Virus menginfeksi saluran pernapasan kemudian menyebar ke seluruh tubuh. Masa inkubasi penyakit 4 hari sebelum dan setelah ruam muncul. Virus campak dapat tetap aktif dan menular di udara atau di permukaan yang terinfeksi hingga dua jam. Tanda pertama campak misalnya hidung berair, mata merah dan berair, batuk, bintik putih kecil di pipi, demam tinggi,  mulai dari 7 hingga 21 hari setelah terpapar virus, walau biasanya10-12 hari paling umum dan paling lambat 4 sampai 7 hari. Setrelah beberapa hari biasanya ruam akan meletus di wajah dan leher bagian atas. Lebih dari 3 hari, ruam akan menyebar ke tangan dan kaki, berlangsung selama 5 sampai 6 hari, lalu memudar. Rata-rata ruam terjadi 14 hari setelah terpapar virus.

Setiap orang sejatinya tidak kebal terhadap penyakit ini, baik yang sudah divaksin atau belum. Semuanya dapat terinfeksi. Vaksin MMR digunakan untuk penyakit campak, rubella. Jika anak berusia di atas 6 bulan, strategi terbaik adalah memiliki vaksin MMR dalam waktu 72 jam setelah kontak. Jika dibawah 6 bulan diberikan suntikan Human Normal Immunoglobulin (HNIG). Setiap kasus campak sebaiknya diberitahukan kepada instansi kesehatan setempat. Anak yang terkena campak sebaiknya tidak sekolah minimal 4 hari setelah ruam bermunculan.

Campak bisa menjadi komplikasi serius pada anak dibawah 5 tahun dan dewasa diatas 30 tahun. Pada tahapan serius, penderita bisa menjadi buta, ensefalitis (infeksi yang menyebabkan pembengkakan otak), diare parah dan dehidrasi, infeksi telinga, infeksi pernapasan parah seperti pneumonia.  Tidak ada anti virus yang khusus untuk campak. Tapi dengan perawatan yang intensif, komplikasi yang parah dapat diatasi dengan kebutuhan nutrisi, asupan cairan yang cukup dan anti dehidrasi. Antibiotik bisa dibutuhkan jika ada infeksi misalnya telinga dan pneumonia.

Sampai saat ini masih ada mitos “kekebalan” yang berarti jika ada beberapa orang dalam satu kelompok sudah di vaksin, maka yang lain tidak perlu vaksin lagi. Mitos ini justru akan menyebabkan semakin banyak orang terkena penyakit campak. Vaksin pertama pada anak akan memberikan kekebalan sekitar 93%. Dalam kondisi sakit, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter sebelum vaksin untuk mencegah campak dan komplikasi yang bisa saja diderita anak.

 

Sumber : patient.info

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top