Diet Vegetarian Yang Dikombinasikan Dengan Ikan Memiliki Risiko Rendah Terkena Kanker
Konsumsi daging yang berlebihan selalu dihubungkan dengan peningkatan risiko terhadap kanker terutama kanker usus besar. Namun tidak semua daging diciptakan sama, daging sapi dan babi merupakan risiko tertinggi untuk kanker dan ikan merupakan daging yang baik untuk kesehatan.
Studi terbaru tentang hubungan antara diet dan kanker usus besar baru-baru ini diterbitkan di Journal of American Medical Association (JAMA), hasilnya diet vegetarian memiliki risiko 22 persen lebih rendah terhadap kanker kolorektal dibandingkan non-vegetarian, risiko 19 persen lebih rendah untuk perkembangan kanker usus dan risiko 29 persen lebih rendah terkena kanker rektum.
Umumnya diet vegetarian yang dikonsumsi mempunyai kandungan gizi yang lebih tinggi dari buah-buahan dan sayuran yang mengandung antioksidan kuat dengan sifat melawan kanker. Vegetarian tinggi serat dan diet kaya serat telah berulang kali dikaitkan dengan kesehatan usus besar yang lebih baik dan kurang dari kemungkinan mengembangkan kanker usus besar.
Meski demikian vegetarian murni mempunyai keterbatasan. Pesco-vegetarian lebih baik dibandingkan dari diet vegetarian murni. Diet pesco-vegetarian yang biasa digabungkan dengan konsumsi ikan memiliki risiko 27 persen lebih rendah terkena kanker kolorektal dibandingkan vegetarian ketat. Para ilmuwan menduga bahwa perbedaan ini disebabkan adanya asam lemak omega-3 yang tinggi. Asam lemak omega 3 ini terbukti menurunkan risiko kanker karena anti-oksidan dan anti-inflamasi.
Kesimpulannya, tampak bahwa mereka yang ingin benar-benar mengurangi risiko kanker kolorektal harus melakukannya dengan diet yang baik termasuk jumlah sedang ikan dan tidak termasuk daging dan produk hewani lainnya. Kombinasi serat, antioksidan dan asam lemak omega-3 merupakan kombinasi yang unggul untuk kesehatan usus.
Sumber : Natural News
(rsh/bt)