Menurunkan Berat Badan Dengan Teh Hijau
Masalah gizi sekarang ini tidak hanya pada masalah kekurangan gizi saja, namun kelebihan gizi (obesitas) juga merupakan masalah gizi di Indonesia bahkan dunia. Pola hidup yang tidak sehat serta tidak olahraga merupakan hal utama penyebab obesitas. Berbagai solusi terhadap obesitas semakin beragam, mulai dari sedot lemak hingga operasi. Tentu saja hal tersebut menimbulkan efek samping bagi kesehatan. Pengobatan alami tetap menjadi pilihan terbaik.
Seperti yang Anda tahu, teh hijau merupakan salah satu cara untuk menurunkan berat badan. Kandungan EGCG dalam teh hijau berfungsi untuk menurunkan berat badan. ECGC adalah catechin, sejenis antioksidan yang ditemukan terutama dalam teh, tetapi juga dalam jumlah yang lebih kecil dalam anggur merah dan coklat. Umumnya orang hanya tahu bahwa antioksidan dapat membantu mengurangi efek berbahaya dari stres oksidatif, proses yang terkait dengan penuaan dini dan kerusakan sel.
Bila dikonsumsi, ECGC membantu membakar lemak sehingga mempercepat thermogenesis, sebuah proses yang menggunakan kalori untuk menghasilkan panas. Hal ini juga membantu mencegah kerusakan dari neurotransmitter yang disebut norepinephrine, yang memainkan peran penting dalam manajemen berat badan. Norepinefrin bekerja dari sinyal otak. Ketika kadarnya rendah, tubuh akan merasa lapar. ECGC membantu mengontrol norepinefrin sehingga kadarnya tidak terlalu cepat rendah sehingga Anda akan merasa kenyang lebih lama.
Selain itu dalam satu studi yang dilakukan di Penn State University, ditemukan bahwa tikus yang diberi ECGC dan diet tinggi lemak mengalami penurunan berat badan dibandingkan tikus yang diberi makan diet yang sama namun tidak diberikan suplemen ECGC.
ECGC juga mencegah sel-sel lemak meluas sehingga menampung banyak lemak. Dengan memperlambat kemampuan setiap sel untuk meningkatkan cadangan lemak, berat badan dapat dikontrol. Setelah masa pubertas, sel lemak harus tetap dikontrol supaya tetap stabil.
Kafein pada teh hijau
Selain itu, teh hijau juga mengandung kafein. Sebuah studi yang diterbitkan dalam American Journal of Clinical Nutrition membandingkan efek dari ECGC dan kafein dalam dua kelompok tikus. Tikus yang menerima ekstrak memiliki tingkat oksidasi lemak secara signifikan lebih besar daripada mereka yang hanya menerima kafein, menunjukkan bahwa efek lemak oksidatif teh hijau tidak ada hubungannya dengan tingkat kafein teh. Jadi, jika Anda tidak menyukai kafein, Anda masih dapat menikmati semua manfaat teh hijau yang ditawarkan hanya dengan memilih suplemen tanpa kafein.
Sumber : Natural News
(rsh/bt)