ASI Menjadikan Anak Lebih Berprestasi Dan Memiliki IQ tinggi
Menyusui selain memberikan makanan dan asupan gizi untuk bayi jua membentuk ikatan emosional antara ibu dan anak. Tak hanya itu, pemberian ASI ekslusif dapat meningkatkan kepintaran anak. Menurut WHO, hubungan ini sudah diteliti sejak tahun 1929. The Journal of American Medical Association yang dilakukan oleh Carolyn Hoefer, MA, dan Mattie C. Hardy, Ph.D., memaparkan temuan mereka setelah mempelajari 383 anak di Chicago yang berusia antara 7 dan 13 dan sewaktu kecilnya mendapat ASI. Hasilnya bayi yang diberi ASI lebih lama mempunyai nilai akademis yang lebih baik.
Sedangkan riset di Brazil melibatkan 6.000bayiyang medapat ASI pada tahun 1982 dari berbagai latar belakang sosial ekonomi. Tiga puluh tahun kemudian The Guardian menemukan hubungan antara kecerdasan dan durasi bayi mendapat ASI. Bayi yang mendapat ASI selama satu tahun menghasilkan empat poin pada tes IQ lebih tinggi daripada bayi yang hanya mendapat ASI selama satu bulan.
ASI mengandung nutrisi yang meningkatkan kognitif. ASImemilikirantai panjang asam lemak tak jenuh ganda. Dua di antaranya memiliki efek langsung pada fungsi, pertumbuhan dan ukuran otak: docosahexaenoic acid (DHA) dan asam arakidonat, AA. Menyusui bayi memiliki peningkatan volume otak dan materi putih yang menunjukkan bahwa ASI secara langsung mengubah struktur otak, yang mempengaruhi kognisi.
Banyak studi telah meneliti hubungan antara menyusui dan kecerdasan. Menyusui menjadi salah satu faktor yang berkontribusi terhadap kecerdasan seseorang, tingkat pendidikandan pendapatan secara keseluruhan. Studi menunjukkan semakin baik ibu merawat/menyusui anaknya, respon anak semakin baik. Tidak semua ibu berhasil menyusui, namun setidaknya harus mencoba untuk menyusui selama mungkin atau selama setidaknya enam bulan.
Sumber : Natural News
(ast/bt)