You Are Here: Home » Warta Sehat » Kesehatan Wanita » Sering Gunakan Cat Kuku? Hati – Hati ….

Sering Gunakan Cat Kuku? Hati – Hati ….

1367185.largeMempunyai kuku-kuku tangan yang terawat rapi, lengkap dengan cat kuku warna-warni terlihat menarik. Meski demikian jangan terlalu sering menggunakan cat kuku karena disinyalir dapat mempengaruhi keseimbangan hormon tubuh.

Sebuah studi baru dari Universitas Duke yang diterbitkan dalam jurnal medis Lingkungan Internasional menemukan bahwa pengganggu hormon trifenil fosfat (TPHP) ditemukan ada pada cat kuku. Para peneliti menguji sepuluh merk berbeda dari cat kuku, delapan merk cat kuku terkandung TPHP yang tercantum di label, dan dua merk yang tidak mencantumkan TPHP di label kemasan.

TPHP adalah bahan kimia plastik yang ditambahkan pada cat kuku agar fleksibel dan tahan lama. Menurut Environmental Working Group, TPHP adalah racun yang dapat menganggu kesuburan dan perkembangan janin. Selain itu, bahan kimia ini dapat mejadi racun bagi otak dan sistem saraf dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dapat mempengaruhi kesehatan. Environmental Working Group telah membuat daftar dan setidaknya terdapat ± 3.000 cat kuku yang mengandung 49% TPHP dan beberapa diantaranya mengandung penganggu hormon endokrin.

Endokrin merupakan kelompok bahan kimia yang menyebabkan ketidakseimbangan hormon, yang kadang-kadang dikaitkan dengan obesitas dan berat badan, perkembangan payudara pada pria, kanker payudara dan banyak masalah kesehatan lainnya.

Untuk membuktikan ini, para peneliti mengambil sampel urin dari wanita yang hobi menggunakan cat kuku. Hasilnya didapati difenil fosfat (DPHP) dalam urin (DPHP adalah metabolit dari TPHP) dan menunjukkan paparan toksin. Berikutnya para wanita mewarnai kuku mereka dengan cat kuku yang mengandung kurang dari 1% TPHP dan dilakukan tes urin 10-14 jam setelah penggunaan cat kuku. Hasilnya DPHP dalam urin meningkat hampir 7 kali lipat.

Penelitian selanjutnya dilakukan untuk melihat apakah TPHP masuk ke dalam tubuh dengan cara terhirupnya bau dari cat kuku atau melalui penyerapan dari kuku. Untuk mengetahuinya, sebagian wanita menggunakan sarung tangan karet saat kuku mereka diberi warna sehingga TPHP tidak bisa diserap. Setelah melakukan tes urin, kadar DPHP rendah pada wanita yang menggunakan sarung tangan. Ini menunjukkan bahwa penyerapan TPHP ke dalam tubuh melalui kontak dengan kuku. Para peneliti menyimpulkan mewarnai kuku dengan cat kuku merupakan sumber utama dari TPHP yang merupakan pengganggu hormon.

TPHP adalah bahan kimia plastik yang dapt ditambahkan pada cat kuku untu membuat mereka fleksibel dan tahan lama. Menurut Environmental Working Group, TPHP adalah racun yang dapat menganggu kesuburan dan pengembangan janin. Selain itu, bahan kimia ini dapat mejadi racun bagi otak dan sistem saraf dan menyebabkan ketidakseimbangan hormon yang dapat mempengaruhi kesehatan. Environmental Working Group telah membuat daftar dan setidaknya terdapat ± 3.000 cat kuku dimana 49% mengandung TPHP, beberapa mengandung penganggu hormon endokrin.

Para ilmuwan percaya bahwa bahan-bahan kimia yang ditemukan pada cat kuku membuat kuku lebih permeable, sehingga memungkinkan TPHP diserap melalui kuku di dalam tubuh.

Sumber : Care2

(vna/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top