You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » 13 Penyebab Konstipasi

13 Penyebab Konstipasi

Penyakit Konstipasi atau SembelitKonstipasi (sembelit) atau susah buang air besar dapat menjadi masalah besar kalau tidak tahu penyebabnya dan tidak bisa mengatasinya. Umumnya orang berfikir jika penyebab konstipasi disebabkan karena kurangnya serat, kurang makan sayur dan buah atau kurang banyak minum air putih. Ternyata tidak sekedar itu saja, beberapa penyabab konstipasi :

  1. Hipotiroid. Kelenjar tiroid yang kurang aktif memperlambat metabolisme tubuh bahkan proses pembuangan sampah di usus. Walau tidak semua orang yang mengalami gangguan tiroid akan memiliki masalah sembelit. Tetapi umumnya penderita terdiagnosa hipotiroid ketika sering mengalami sembelit.

  2. Obat pengurang nyeri (painkillers). Obat jenis ini umumnya mempunyai sifat seperti narkotika dan biasanya mengandung pencahar sehingga dapat mengganggu pencernaan. Hal ini juga diperkuat dengan penelitian yang menyebutkan bahwa terlalu sering konsumsi aspirin dan ibuproten dalam jangka panjang dapat panjang menyebabkan sembelit.

  3. Coklat. Coklat dapat membantu melancarkan pencernaan, tetapi dapat juga menyebabkan sembelit.

  4. Vitamin dan mineral. Vitamin dan mineral pada umumnya tidak akan menyebabkan sembelit, namun komponen-komponen tertentu, seperti kalsium dan zat besi bisa menjadi masalah. Jika memang vitamin atau mineral tersebut bisa ditambahkan resep pencahar.

  5. Penggunaan laksatif berlebihan. Beberapa obat pencahar bekerja dengan merangsang aktivitas usus. Laksatif yang bersifat stimulan hanya digunakan saat tertentu saja. Jika digunakan untuk jangka waktu yang lama, obat pencahar stimulan dapat menyebabkan ketergantungan, yang berarti tubuh hanya tidak akan berfungsi baik tanpa minum obat tersebut. Jika memang ingin makan obat pencahar, pertimbangkan nasehat dokter.

  6. Terlalu banyak produk susu dan turunannya (dairy). Pola makan yang tinggi lemak dan rendah serat misalnya banyak makan daging, produk susu dan turunannya dapat memperlambat pencernaan. Solusinya dengan menambah serat antara 25-30 gram/hari. Selain itu, hindari makanan cepat saji.

  7. Obat anti depresan. Sembelit dapat dihubungkan dengan minum selective serotonin reuptake inhibitor (SSRI) antidepresan seperti Prozac (fluoxetine) dalam jangka panjang. Tetapi yang lebih parah adalah golongan anti depresan siklik contohnya Elavil (amitriptyline). Peresepan obat anti depresan biasanya memang disertai pula obat pencahar.

  8. Depresi. Depresi dapat menurunkan metabolisme normal tubuh yang akhirnya juga mempengaruhi kerja usus. Penderita IBS (sindrom iritasi usus) juga banyak berhubungan dengan depresi dan rentan terhadap sembelit.

  9. Obat antasida. Guna antasid sebenarnya untuk meringankan heartburn (panas dada/asam lambung naik) aau maag tetapi juga dapat menyebabkan sembelit, terutama yang mengandung kalsium dan aluminium. Alternatifnya ada versi jenis lain antasid dan lebih baik kurangi makan yang sifatnya terlalu lemak tinggi dan cukupi dengan konsumsi serat.

  10. Obat hipertensi dan alergi. Obat hipertensi yang berhubungan dengan calcium channel blockers dan diuretik. Diuretik, misalnya, menurunkan tekanan darah dengan meningkatkan produksi urin. Namun, air yang dibutuhkan untuk menjaga supaya kotoran tidak keras dan keluar dari tubuh menjadi berkurang. Antihistamin juga bisa menjadi masalah jika dikonsumsi jangka panjang.

  11. 1184-konstipasiIBD (Inflammatory bowel disease) atau sindrom iritasi usus. Penyakit radang usus (IBD) mencakup dua hal: Chron’s disease dan kolitis ulseratif. Keduanya dapat menyebabkan kram, penurunan berat badan, tinja berdarah, diare kronis dan masalah kesehatan lainnya. Namun sembelit bisa menjadi masalah juga. Dalam ulcerative colitis, konstipasi dapat menjadi tanda peradangan pada rektum dan pada Crohn’s disease dapat menjadi tanda kerusakan di usus kecil. Namun jika mengalami sembelit saja, tanpa gejala lain sepertinya bukan karena IDB.

  12. Persalinan. Sembelit bisa menjadi masalah umum selama kehamilan dan juga persalinan karena gerakan otot perut yang melambat dan juga pengaruh obat pengurang nyeri dan bius selama proses kelahiran. Ada juga yang jarang terjadi: cedera peregangan selama persalinan yang menyebabkan syaraf rusak dan mengarah ke sembelit.

  13. Diabetes dan kondisi neurologis. Diabetes dapat menyebabkan kerusakan syaraf yang mempengaruhi kemampuan mencerna makanan. Orang dengan multiple sklerosis dan parkinson juga rawan sembelit selain juga mengalami gejala kesulitan buang air kecil, penglihatan ganda dan masalah mental.

     

Sumber : health

(ast/bt)

Baca :

Cara Mengatasi Hipertensi pada Kehamilan

Terapi Gen! Solusi Terbaru Untuk Penderita Hemofilia

Membaca Baik Untuk Kita

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top