You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Resiko Alzheimer Untuk Pecinta Makanan Manis

Resiko Alzheimer Untuk Pecinta Makanan Manis

foto_google_alzheimerKita mengetahui bahwa diet yang salah dapat menyebabkan obesitas, dan obesitas berhubungan dengan diabetes tipe 2. Ada bukti yang berkembang menunjukkan bahwa mengkonsumsi gula dan makanan olahan secara berlebihan dapat memicu perubahan pada otak yang biasa disebut dengan Alzheimer. Penelitiannya selama dekade terakhir menunjukkan bahwa mengkonsumsi banyak gula dapat menyebabkan resistensi insulin dalam otak yang mengembangkan pola penyakit Alzheimer termasuk neurodegenerasi.

Sel kita membutuhkan glukosa yang berasal dari makanan untuk menghasilkan energi. Insulin adalah hormon yang diproduksi di pankreas yang membantu sel-sel dalam mengambil glukosa dari darah, lalu sel-sel tersebut memetabolisme energi. Jika kelebihan glukosa dalam darah, karena mengkonsumsi makanan yang terlalu manis, pankreas akan memproduksi lebih banyak insulin, sehingga sel-sel tersebut akan resisten terhadap insulin. Jika sel-sel di otak menjadi resisten insulin, sel-sel otak akan tidak mendapatkan energi yang cukup sehingga sel-sel otak akan kelaparan yang dapat menyebabkan hilangnya memori dan kebingungan, yang merupakan tanda dari Alzheimer.

Jika tingkat obesitas semakin tinggi, maka kasus diabetes dan Alzheimer pun akan meninggi. Walaupun diabetes tidak menyebabkan alzheimer, hanya saja pasien diabetes mempunyai resiko dua kali lipat terkena alzheimer berdasarkan penelitian di Jepang tahun 2011. Menurut Asosiasi Diabetes Amerika hampir 105 juta orang Amerika (hampir sepertiga dari populasi Amerika) terdiagnosa diabetes dan pra-diabetes. Menurut Rumah Sakit Rhode Island, hampir 5,5 juta orang Amerika hidup dengan Alzheimer dan lebih dari 115 juta kasus baru diprediksi dalam 40 tahun ke depan.

Untuk menghindari kenaikan jumlah penderita obesitas dengan cara mengurangi tingkat obesitas di usia muda dengan cara orang tua tidak memberikan makanan cepat saji atau olahan secara berlebihan kepada anak-anak. Tapi belum terlambat untuk orang dewasa untuk menghindari itu, dengan cara :

  1. imagesMempertahankan berat badan. Jika secara teratur menimbang diri sendiri dan mengukur pinggang, akan cepat mengetahui ketika berat badan berlebih dan dapat bertindak lebih awal untuk menghilangkan itu.

  2. Mengurangi mengkonsumsi daging. De la Monte menyarankan mengkonsumsi makanan nabati dan mengurangi daging dan tidak menganjurkan gaya hidup vegetarian atau vegan, hanya mengubah proporsi, setengah dari piring harus buah-buahan dan sayuran, biji-bijian dan setengah protein lainnya.

  3. Mengurangi mengkonsumsi gula. Gula selalu dihubungkan dengan diabetes tipe 2, jadi lebih baik kurangi mengkonsumsi gula. Tapi jangan berpikir untuk menggantikan gula dengan makanan tidak sehat lainnya, seperti contoh, tidak menggunakan gula pada minuman tetapi makan empat potong pizza sekaligus.

  4. Memasak. Belajar masak dan membuat makanan yang segar merupakna ide yang baik untuk menghemat uang dan menghindari makanan olahan.

  5. Menghindari nitrat. Penelitian menunjukkan bahwa ada hubungan antara Alzheimer dan mengkonsumsi makanan yang mengandung nitrosamin (natrium nitrit).

Sumber : Daily Health Tip

(vna)

Baca juga :

Kabut Asap Riau Menyebabkan Gangguan Pernafasan

Usia Muda kok Sudah ber-UBAN ya???

Chlorella dan Spirulina Dosis Tinggi Untuk Detoksifikasi

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top