You Are Here: Home » Gaya Hidup » Lonjakan Jumlah Pecandu Alkohol Menghawatirkan

Lonjakan Jumlah Pecandu Alkohol Menghawatirkan

images 2Meski dampak alkohol menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, anehnya miras ini tetap saja di gemari. Sudah berapa banyak korban meninggal sia-sia setelah menenggak minuman satu ini, namun tak menyurutkan penikmat alkohol untuk terus menenggaknya. Bahkan jumlah peminum dari tahun ke tahun justru semakin meningkat. Dekade terakhir ini saja, para penikmat alcohol yang berusia 45 tahun dan harus di rawat di Rumah Sakit jumlahnya mencapai dua kali lipat dari dekade sebelumnya. Pada tahun 2012/2013 saja terdapat 26.209 pria dan 12.461 wanita berusia 45-49 mendapat perawatan di Rumah Sakit karena alkohol .

Namun demikian, statistic terakhir menunjukkan bahwa pada kelompok usia 60 tahun mencapai jumlah tertinggi yaitu tiga kali lipat dari decade sebelumnya. Terjadi kenaikan 178% pada kelompok usia 65-69 pria dan 177% pada wanita usia 60-64 tahun.

Lonjakan jumlah yang mengkwatirkan dan naik secara signifikan juga terjadi pada kaum perempuan yang berusia 20-an. Dalam sepuluh tahun terakhir terdapat lonjakan sebesar 111% pada perempuan usia 20–24 tahun dan 124% mereka yang berusia 25-29 tahun. Lebih dari 10.600 wanita berusia 20-an mendapat perawatan di Rumah Sakit pada tahun 2012/2013.

Kenaikan terkecil pada kelompok umur dewasa terjadi pada usia 30-an dan pada kelompok usia dibawah 14 tahun jarang di temukan.

Peningkatan jumlah peminum pada usia dewasa lebih disebabkan karena efek kumulatif dari generasi antara tahun 1960-an dan 1970-an, ungkap para ahli. Analisis terpisah menunjukkan bahwa sejak tahun 1970, kematian akibat penyakit hati telah meningkat lima kali lipat untuk usia dibawah 65 tahun, sedangkan kematian akibat penyakit lainnya justru malah menurun.

images 1Eric Appleby dari Badan Amal Peduli Alkohol mengatakan bahwa terlalu banyak orang dari berbagai kelompok usia yang mempertaruhkan kesehatan demi alkohol. Mereka selalu menikmatinya saat pesta dan menjadi kebiasaan sehingga selalu minum minuman alkohol diatas batas yang di rekomendasikan.

Julia Manning dari 2020 Health Think Tank mengatakan bahwa pada kelompok usia setengah baya (peminum kelas menengah) mempunyai kebiasaan minum lebih banyak dari yang mereka sadari. Faktor stress memicu mereka untuk minum lebih banyak dan sering. Dengan harapan alkohol mampu meredam stress yang mereka alami. Sepertinya sudah terjadi pergeseran budaya secara signifikan terhadap perilaku orang dewasa, ujarnya.

Dr Nick Sheron, spesialis hati dari University of Southampton seperti yang dilansir oleh dailymail.com mengatakan bahwa “Apa yang kita lihat benar-benar dramatis dan tragis”

(bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top