10% Bayi Salah Minum Asi Karena Lidah Bertali
Program pemerintah dalam mencanangkan Program ASI Esklusif 6 bulan nampaknya mendapat sambutan yang baik. Tidak saja para individu ibu, tetapi ada perusahaan maupun instansi yang menyediakan ruang khusus menyusui atau sekedar mengeluarkan ASI untuk disimpan dan diberikan untuk bayinya ketika tiba dirumah. Walau masih ada tantangan yang dihadapi. Umumnya disebabkan karena kurangnya informasi di kalangan para ibu, terkadang kondisi fisik bayi juga menghalangi, misalnya memiliki ‘tali lidah’.
Tali lidah atau dalam istilah medis disebut tongue tie merupakan jaringan tipis yang menghubungkan dasar lidah dengan ujung bagian bawah. Bayi dengan kelainan bawaan berupa tali lidah yang pendek akan merasa sakit dan kesulitan saat menghisap puting ibunya.
“Penelitian menunjukkan 5-10 bayi memiliki tongue tie. Mungkin angka sesungguhnya lebih banyak lagi,” kata Dr. Jack Newman, FRCPC, pakar laktasi internasional dari Kanada.
Menurut Dr Newman, kondisi ini kerap menyulitkan bayi untuk menyusu dengan baik. Bukan satu-satunya faktor yang menghambat pemberian ASI Eksklusif memang, tetapi bisa semakin menghambat bila ada kondisi lain misalnya si ibu kurang mendapat informasi.
Padahal seperti disampaikan oleh Dr Newman, cara mengatasi tongue tie cukup sederhana. Dengan pemotongan tali lidah yang prosedurnya tidak lebih dari 2 detik, bayi bisa menyusu dengan lebih nyaman. Prosedur ini umumnya bisa dilakukan oleh dokter anak.
Sementara itu, kurangnya informasi yang lengkap di kalangan para ibu masih menjadi hambatan utama dalam mengkampanyekan ASI Eksklusif. Oleh karenanya, dibutuhkan peran para konselor maupun konsultan laktasi sebagai penyampai informasi.
(dny/bt)