You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Yakinkah Lantai Rumah Anda Bersih?

Yakinkah Lantai Rumah Anda Bersih?

329CABDE00000578-3512400-The_ten_second_rule_judging_food_as_OK_to_eat_if_it_only_touches-a-10_1459171641177Kebiasaan yang buruk dapat berdampak pada kesehatan seseorang. Sebagian masyarakat menganggap memakan makanan yang jatuh ke lantai selama sepuluh menit itu tidak apa-apa. Selain itu, masyarakat beranggapan lantai mereka telah dibersihkan dengan pembersih lantai.

Sebuah penelitian telah menemukan mengkonsumsi makanan yang jatuh ke lantai dapat meningkatkan risiko penyakit silent killer. Lantai meski sudah dibersihkan menggunakan cairan pembersih, tetap saja masih ada bakteri yang tertinggal seperti E. coli dan Salmonella.

Bakteri tersebut dapat menempel dengan cepat pada makanan walaupun dalam waktu beberapa detik saja.

Sebuah survei menemukan bahwa 37 persen dari mereka yang disurvei akan makan makanan yang dijatuhkan di lantai dapur, sementara 38 persen akan mengambilnya dari lantai ruang tamu dan memakannya.
Hal ini juga ditemukan hampir setengah dari kita mengaku hanya menggunakan penyegar udara untuk membersihkan rumah dan seperempat mengklaim mereka hanya akan membersihkan ketika mereka mencium sesuatu yang tidak menyenangkan.

Selain itu, peneliti juga menemukan 49 persen dari mereka yang disurvei mengandalkan sapu untuk membersihkan dan 43 persen hanya menggunakan penyegar udara untuk membersihkan, 59 persen menunggu hingga lantai terlihat kotor, dan 27 persen akan menunggu bau yang tidak sedap sebelum membersihkan.

Menurut Dr Ackerley, bakteri di rumah kita merupakan ‘silent killer’, kita tidak dapat melihat atau mencium baunya. Perkembangbiakan bakteri ini sangat cepat, dalam waktu 7 jam bakteri tunggal dapat berkembang hingga jutaan bakteri.

Dr Ackerley menambahkan bahwa anjing dapat membawa mikro-organisme dan kotoran dari luar rumah masuk ke dalam rumah termasuk bakteri coliform, E. Coli, Campylobacter dan Salmonella.

Sumber : Dailymail

(rsh/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top