Urin Berbusa, Bahaya kah?
Urin yang normal berwana kuning terang atau hampir bening dan tidak berbus. Namun ketika anda buang air kecil dan terlihat adanya busa pada toilet belum tentu menjadi penanda adanya ketidak normalan. Jika hanya sesekali terlihat busa pada urin kemungkinan karena aliran air seni yang kuat. Pada saat menunda keinginan untuk berkemih, air seni akan tertahan didalam kandung kemih, sehingga pada saat buang air kecil tekanan aliran air seni menjadi lebih kuat dan menimbulkan busa ketika menyentuh toilet.
Selain itu pada orang yang kekurangan cairan menyebabkan dehidrasi dan membuat ginjal memproduksi urin terkonsentrasi hal ini juga dapat menyebabkan produksi urin berbusa. Anda tidak perlu khawatir jika salah satu penyebabnya seperti diatas.
Namun jika sering terjadi, kemungkinan ada kelainan yang mendasar dan membutuhkan diagnosa yang tepat dan pengobatan medis. Ada beberapa gangguan medis yang menyebabkan urin berbusa secara abnormal diantaranya :
-
Proteinuria. Tingginya jumlah protein dalam urin merupakan faktor umum yang menyebabkan urin berbusa. Dalam kasus ini, para ahli merekomendasikan untuk mengurangi asupan suplemen protein atau makanan tinggi protein . Konsultasi medis disarankan untuk diagnosis dan pengobatan yang tepat . -
Infeksi saluran kemih. Infeksi pada saluran kemih yang disebabkan oleh bakteri atau jamur dapat menyebabkan urin berbusa. Hal ini biasanya disertai dengan rasa nyeri dan panas seperti terbakar saat buang air kecil, yang merupakan karakteristik dari ISK atau infeksi saluran kemih.
-
Penyakit ginjal. Orang dengan penyakit ginjal karena komplikasi dari diabetes atau batu ginjal juga dapat menimbulkan busa pada urin.
Urin merupakan indikator kesehatan ginjal. Dalam rangka memperingati hari Ginjal Sedunia mari kita jaga kesehatan ginjal dengan mengkonsumsi cukup air 8-10 gelas perhari, hindari menahan buang air kecil dan mengkonsumsi makanan bergizi seimbang.
Sumber : md-health
(erl/bt)
Artikel Terkait :
Diet Rendah Protein Untuk Penderita Gagal Ginjal
Sayangi dan Lindungi Ginjal dari Ancaman Penyakit Ginjal Kronis (CKD)