You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Tak Hanya Alkohol, Daging Olahan Juga Berisiko Terhadap Kanker Lambung

Tak Hanya Alkohol, Daging Olahan Juga Berisiko Terhadap Kanker Lambung

03.11.15Bicara mengenai alkohol, tak diragukan lagi jika membawa pengaruh buruk terhadap kesehatan. Begitu juga dengan daging olahan seperti hot dog, ham dan daging bakar. Meski beberapa penelitian sebelumnya meyatakan bahwa keduanya berbahaya, semakin diperkuat dengan adanya studi terbaru dari American Institute for Cancer Research dan World Cancer Research Fund.

Penelitian ini menyimpulkan bahwa alkohol, daging olahan dan kelebihan berat badan meningkatkan risiko terhadap kanker lambung. Pada Negara dengan konsumsi daging yang tingi seperti Amerika, mempunyai angka kejadian kanker lambung sekitar 4.000 jiwa/tahun. Daging olahan mengandung sejumlah zat pengawet seperti nitrat dan garam, atau produk sampingan seperti hidrokarbon aromatik polisiklik (PAH) saat dibakar.

Alkohol juga telah dikaitkan dengan risiko kanker jenis lain. Tercatat bahwa alkohol juga berfungsi sebagai pelarut yang membantu karsinogen masuk ke dalam sel seseorang, atau tubuh akan rusak akibat zat pro kanker pada alkohol.

  • Risiko tinggi terhadap kanker lambung bila konsumsi tiga atau lebih minuman beralkohol setiap hari.

  • Peningkatan risiko kanker lambung juga terjadi untuk setiap konsumsi 1,8 ons daging olahan yang setara dengan satu hot dog dan dua porsi bologna setiap harinya.

  • Setiap peningkatan Indeks Massa Tubuh (BMI) meningkatkan 23% resiko kanker lambung bagian atas.

Kanker lambung ditetapkan sebagai kanker no 5 mematikan di dunia dan no 3 kematian di AS. Oktober 2015 lalu, WHO menyatakan bahwa daging olahan dapat menyebabkan kanker. Hampir 1 juta kasus baru kanker lambung tercatat setiap tahunnya di seluruh dunia.

Gejala kanker lambung umumnya muncul pada stadium akhir sehingga penderita hanya mempunyai peluang hidup sekitar 25-28%. Dibandingkan wanita, pria mempunyai risiko dua kali lebih besar apalagi pada lanjut usia.

Menurut Anne McTiernan dari the Fred Hutchinson Cancer Research Center, Seattle, obesitas meningkatkan risiko kanker lambung bagian atas karena menyebabkan refluks asam yang mengiritasi lambung bagian atas dan kerongkongan.

Kelebihan lemak juga di hubungkan dengan peningkatan risiko kanker karena meningkatkan pelepasan hormon seperti insulin, faktor tumbuh dan bahan kimia inflamasi lainnya ke dalam aliran darah.

Tentunya dan yang pasti perilaku hidup sehat harus diterapkan supaya terhindar dari berbagai risiko penyakit.

Sumber : Health

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top