Remaja ini Tampak Seperti Mummy!!!
Dugaan Malpraktik dapat terjadi pada siapa saja dan dimana saja. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga dinegara lain. Seperti Stuart Hutchison, 19 tahun harus menjalani perawatan bebas radiasi di rumah sakit akibat dugaan operasi mal praktik. Wajahnya ditutup dengan perban tebal seperti Mummy selama 2 minggu.
Cerita ini bermula ketika awal tahun 2011 lalu, Stuart mengalami sakit kepala pada tahun 2011, karena sakitnya luar biasa dia pun memeriksakan diri ke Forth Valley Royal Hospital di Larbert. Ketika diperiksa dokter, dokter mengatakan dia mengalami infeksi pada bagian dalam telinga. Hingga pada suatu hari pada bulan Mei 2011, Stuart mengalami sakit kepala parah dan dokter kembali mengatakan hal ini akibat infeksi pada bagian dalam telinga (labyrinthitis).
Pada bulan Juli 2011 kondisi Stuart semakin parah, dia tidak bisa berjalan, tidak bisa bicara dan tidak bisa menggerakan lengan kanannya. Fiona 46 tahun, Ibu Stuart pun panik dan segera membawa Stuart ke UGD di rumah sakit Forth Valley Royal Hospital. Setelah dilakukan Scaning, sangat mengejutkan karena ternyata dokter mengatakan Stuart menderita Tumor otak.
Dokter mengatakan bila Stuart tidak segera dioperasi, dia bisa meninggal dalam tidurnya. Tak lama menunggu, tim dokter pun segera menindak dan melakukan operasi pengangkatan tumor pada Stuart. Operasi ini bahkan melalui 33 sesi radioterapi dan selama itu Stuart hanya dapat makan melalui tabung dengan selang infus. Namun sangat aneh, karena dokter tidak menemukan apapun dalam operasi ini. Padahal dalam hasil scaning dokter mendiagnosa Stuart terkena tumor otak.
Dan setelah beberapa bulan, tepatnya pada januari 2012 Stuart menemukan ada benjolan dikepala bagian belakangnya (tepatnya didekat bekas jahitan operasi sebelumnya). Dan tanpa melakukan scaning serta pemeriksaan intensiv dokter langsung memvonis Stuart memiliki kista berukuran sekitar 2 inchi dan mengatakan Stuart tidak perlu khawatir.
Stuart tidak lantas percaya begitu saja dan mencari second opinion di rumah sakit lain di Edinburgh. Setelah mendengar cerita Stuart, dokter bedah dari rumah sakit ini sangat marah dengan cara yang dilakukan oleh tim dokter dari rumah sakit Forth Valley Royal Hospital, karena mereka mendiagnosa dan memvonis penyakit pasien tanpa pemeriksaan intensive dan scaning serta mengatakan “tidak perlu khawatir”, padahal kista adalah penyakit yang cukup berbahaya bagi manusia. Bahkan melakukan operasi yang tidak membuahkan hasil. Dokter dari Edinburgh mengatakan hal ini sangat berbahaya dan merugikan bagi pasien.
Karena kecewa dengan layanan rumah sakit sebelumnya Stuart pun segera melaporkan hal ini pada Dinas Kesehatan Masyarakat setempat dan melakukan penuntutan atas apa yang dilakukan oleh dokter dari rumah sakit Forth Valley Royal Hospital. Stuart mengatakan dia tidak ingin hal ini dialami oleh pasien lainnya dirumah sakit mana pun.
Sumber : Dailymail
(dny/bt)
Artikel Terkait :
Konsumsi Serangga Dapat Menyehatkan Tubuh???
Perawatan di Rumah Sakit Harus di Perhatikan Oleh Para Orang Tua