You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Pola Diet/Makan Yang Baik, Mempengaruhi Penderita Psoriasis

Pola Diet/Makan Yang Baik, Mempengaruhi Penderita Psoriasis

meditaraniaPsoriasis, penyakit autoimun ini memang susah-susah gampang dalam menerapkan pengobatannya. Selain terapi menggunakan obat-obatan, pola diet/makan yang baik juga harus diperhatikan supaya dapat mengurangi gejala.

Sebuah riset yang melibatkan sekitar 36.000 responden, dan lebih dari 3.500 orang diantaranya adalah pasien prosriasis. Riset ini diterbitkan dalam JAMA Dermatology. Penderita yang melakukan pola makan sehat mediteranian ternyata mampu mengurangi gejala proriasisnya. Pola diet mediteranian lebih banyak mengkonsumsi buah, sayuran, bijian, ikan, zaitun, kacang-kacangan, dan sedikit konsumsi daging merah, susu dan alkohol. Pola diet ini sudah lama direkomedasikan oleh American Heart Association. Pola makan ini juga dianggap dapat membantu melawan reaksi gangguan sistem kekebalan tubuh misalnya psoriasis.

Menurut Dr Scott Flugman  dari Northwell Health’s Huntington Hospital, Huntington, New York., pola diet ini mampu mengurangi gejala psoriasis. Para pasien diminta mecatat gejala keparahan dan seberapa banyak mereka konsumsi pola diet mediteranian. Peserta dibagi dalam 3 kelompok: mereka yang tidak menerapkan diet mediteranian, sesekali mediteranian, dan yang tidak menerapkan diet mediteranian. Faktor lain disesuaikan dengan usia, aktivitas fisik, obesitas, merokok dan faktor risiko potensial lainnya untuk psoriasis.

Hasilnya, pada mereka yang masuk dalam kelompok sedang dan tinggi penerapan diet mediteranian beresiko sekitar 29% dan 22% lebih rendah mengalami gejala prosriasis. Walau riset ini tidak menghubungkan sebab akibat, namun pola diet mediteranian terbukti mampu meringankan gejala dibandingkan dengan pola diet barat (makanan berlemak dan manis) yang memperburuk psoriasis.

Diet mediteranian memiliki efek langsung pada sistem limfotik (kekebalan) dan kesehatan mikroba usus. Diet Mediterania juga kaya akan vitamin A, D, E, asam lemak folat dan omega-3 yang semuanya memiliki efek anti-inflamasi/peradangan. Sebaliknya, pola diet barat justru malah memperburuk peradangan. Hal ini menunjukkan, akan ada perubahan yang nyata pada kulit penderita psoriasis seiring dengan perubahan gaya hidup, walau berat badan tidak menjadi faktor yang diperhitungkan.

Dr Michele Green, dokter kulit di Lenox Hill Hospital, New York City meninjau temuan baru yang menyetujui bahwa dengan diet Mediterania seseorang mengkonsumsi lebih banyak makanan padat nutrisi yang tidak diproses. Semakin seseorang menjalankan pola diet sehat, makin kecil memicu respon autoimun.

 

Sumber : health24

(ast/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1805

Leave a Comment

© 2012 - www.mausehat.com

Scroll to top