Persalinan Normal Setelah Caesar, Mungkinkah ??
Awal kemunculannya, tehnik operasi Caesar menjadi pilihan bagi ibu-ibu muda yang akan melahirkan dan takut menjalani proses persalinan normal. Meskipun harus mengeluarkan biaya ekstra, tehnik operasi Caesar juga harus dilakukan untuk persalinan berikutnya. Namun seiring berkembangnya tehnik operasi Caesar hal itu tidak berlaku lagi karena seorang ibu yang sebelumnya melakukan persalinan Caesar dapat melahirkan secara normal untuk persalinan berikutnya. Persalinan itu disebut VBAC (Vaginal Birth After Cesarean).
Namun tetap saja mengandung risiko karena kemungkinan jebolnya bekas operasi caesar sebelumnya. Sistim scoring dilakukan untuk menilai apakah layak persalinan vaginal tersebut, makin tinggi score makin tinggi kemungkinan untuk melahirkan secara normal. Dalam sistem score yang dinilai antara lain indikasi caesar sebelumnya, riwayat kehamilan, dan bisa juga ditambahkan hasil pemeriksaan dinding rahim terutama bekas irisan, taksiran berat badan janin, penurunan kepala janin, dll.
Risiko medis yang paling serius dalam VBAC bagi ibu maupun bayi adalah robekan rahim sempurna di lokasi parut. Jika hal ini terjadi, bayi harus dilahirkan segera dengan bedah caesar karena aliran darah ke bayi akan terganggu. Sayangnya, jika robekan ini terlambat ditemukan, bayi atau ibu bisa meninggal dunia. Langkah-langkah harus segera dilakukan untuk memperbaiki rahim ibu dan mencegah kehilangan darah secara berlebihan. Dalam sebagian kasus, histerektomi (pengangkatan rahim) perlu dilakukan karena rahim tidak dapat diselamatkan. Namun, risiko robekan rahim pada wanita dengan irisan bawah yang mencoba VBAC kurang dari 1%.
Jika irisan sebelumnya yang dimiliki adalah irisan transversal bawah, panduan dari 1995 ACOG Practice Patterns menganjurkan kepada dokter bahwa Anda seharusnya “diberi penyuluhan dan dianjurkan untuk menjalani percobaan persalinan normal” dalam kehamilan Anda yang sekarang, kecuali ada kontraindikasi.
Siapa yang seharusnya tidak mencoba VBAC? Seorang ibu yang mengalami bedah caesar dengan irisan rahim klasik terdahulu merupakan kontraindikasi untuk percobaan persalinan normal. Jenis irisan ini berhubungan dengan tingkat robekan rahim sampai 12%.
Pada akhirnya, pilihan diserahkan kepada calon ibu yang bersiap melahirkan anaknya. Agar dapat melahirkan dengan aman, berkonsultasilah selalu dengan dokter Anda. Lakukan pemeriksaan secara rutin pada kehamilan dan kesehatan Anda, hingga Anda dapat memilih jalan terbaik bagi lahirnya si jabang bayi.
(vie/bt)