You Are Here: Home » Warta Sehat » Puasa » Perlukah Penderita Diabetes Tipe 1 Berpuasa?

Perlukah Penderita Diabetes Tipe 1 Berpuasa?

urlPuasa selama bulan suci Ramadhan adalah wajib bagi semua orang dewasa yang sehat dan Muslim remaja dari usia 12 tahun. Meski demikian, ada beberapa kondisi yang dibebaskan dari puasa menurut Islam yaitu anak-anak, wisatawan, orang sakit, orang tua, dan ibu hamil dan menyusui.

Salah satu contoh yaitu penderita diabetes tipe 1. Menurut pendapat ahli, orang dengan diabetes tipe 1 yang berpuasa selama bulan Ramadhan beresiko sangat tinggi terhadap hipoglikemia, hiperglikemia, diabetes ketoasidosis, dehidrasi dan trombosis. Namun, beberapa studi terbaru menunjukkan bahwa individu dengan diabetes tipe 1 yang sehat dan stabil, dapat berpuasa di bulan Ramadhan asalkan mereka merencanakan pengelolaan makan yang baik dan berada di bawah pengawasan ahli kesehatan.

Strategi untuk memastikan keamanan penderita diabetes tipe 1 yang berencana untuk berpuasa meliputi:

  1. Memahami tentang puasa Ramadhan bagi penderita diabetes tipe 1 dengan membaca leaflet, poster atau booklet yang diberikan oleh penyedia perawatan diabetes untuk memahami pendidikan tentang monitoring glukosa darah diri sendiri di rumah, mengetahui sebab – akibat, pengenalan dini dan manajemen hipoglikemia, hiperglikemia dan dehidrasi, perencanaan makan dan saran diet, waktu dan intensitas aktivitas fisik dan kepatuhan terhadap terapi.

  2. Penilaian medis pra-Ramadhan yang harus dilakukan 1 – 2 bulan sebelum puasa dimulai seperti melihat status fisik (berat badan, tekanan darah, gula darah dan kontrol lemak) dan menilai komplikasi akut dan kronis serta stratifikasi risiko individu.

  3. Mengikuti diet sehat seperti menghindari makanan kaya karbohidrat dan lemak saat berbuka puasa, mengkonsumsi buah-buahan, sayuran, kacang dan sereal dan meningkatkan asupan cairan (bebas gula) saat berbuka dan sahur dan mengikuti pola aktivitas fisik seperti shalat taraweh dan hindarai latihan ketat selama jam puasa.

  4. Modifikasi regimen insulin untuk kontrol glikemik yang baik selama puasa Ramadhan

  5. Pemantauan kadar glukosa darah sendiri di rumah seperti yang disarankan oleh dokter dengan cara memeriksa glukosa darah melalui tusukan jari yang harus sering dilakukan untuk menyesuaikan dosis insulin dan mencegah hipoglikemia dan hiperglikemia postprandial. Jika glukosa darah tinggi (> 270 mg/dL) perlu diperiksa kadar keton pada urine.

  6. Pasien diabetes tipe 1 diperbolehkan untuk tidak berpuasa jika gula darah rendah (300 mg/dL) dan saat sakit.

Yang terpenting adalah sebelum memutuskan untuk berpuasa, sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Sumber : jpma.org

(vna/bt)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top