Mitos Saat Fitness
Punya bentuk tubuh bagus hasil fitness? Siapa sih yang gak mau. Hanya saja, di kalangan kita ternyata masih ada banyak mitos jika melakukan fitness. Sebaiknya sih mitos itu tidak lantas dipercaya, apalagi kalau sampai dilakukan. Berikut ini adalah mitos dan fakta saat fitness :
Fakta: Olahraga yang keras pada perut untuk mengencangkan otot perut. Masalah kehilangan lemak sebenarnya memang terjadi pada seluruh bagian tubuh ketika kita berolahraga. Untuk mengurangi lemak pada perut, fokus pada olahraga kardio yang dilengkapi dengan angkat berat , misalnya latihan inti dengan sit up dan juga yang penting mengatur pola diet.
-
Perempuan cukup fitness ringan saja supaya gak berotot.
Fakta: Perempuan tidak punya testosteron untuk mempunyai massa otot. Fitnes mengangkat beban malah membantu perempuan menurunkan berat badan, memperbaiki rasa percaya diri dan membentuk massa tulang.
-
Keringat jadi indikator fitness keras.
Fakta: Tidak ada hubungannya sama sekali.
-
Gak sakit, gak bisa bagus
Fakta: Menurut ahli atletik, Michael Lagomarsine dari Athletic Enhancement Centre Boston University bahwa ada perbedaan antara kesakitan dan kenyamanan. Fitnes yang keras tanpa menimbulkan nyeri otot adalah aman, tetapi fitnes ringan dan menimbulkan nyeri sekitar 1-2 hari ke depan berarti anda ada masalah yaitu cedera.
-
Peregangan bertujuan mengurangi cedera
Fakta: Peregangan memang sedikit membantu mengurangi cedera. Peregangan yang bagus misalnya berlari-lari kecil, melompat atau apapun jenis pergerakan yang membuat otot cepat panas.
Fakta: Yang terpenting bukan keras atau rendahnya olahraga kardio, tetapi keberlanjutannya. Semakin intens olahraga, semakin banyak kalori dan lemak yang terbuang.
-
Menggunakan pemberat supaya cepat turun berat badan.
Fakta: Banyak cedera jika menggunakan pemberat yang menempel di tubuh ketika fitness, yang dapat merusak otot dan sendi. Konsultasikan dengan dokter/ahli olahraga anda jika memang ingin fitnes dengan beban.
(ast/vie)

