You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Mengenal Hearing Loss

Mengenal Hearing Loss

mendengarTelinga merupakan salah satu indera penting dalam sistem tubuh manusia. Telinga berfungsi untuk mendengar, namun seiring bertambahnya usia seseorang semakin berkurang fungsi pendengaran manusia atau bahkan jika terjadi penyakit, akan terjadi ketulian (hearing loss). Ternyata, angka kejadian orang dengan masalah pendengaran di Indonesia termasuk yang cukup tinggi, no 4 di dunia. Menurut survey yang dilakukan Kementrian Kesehatan pada tahun 1996, dari 7 propinsi yang disurvey, terdapat sekitar 35,6 juta orang dengan gangguan pendengaran.

Data WHO Multicenter Study tahun 1998 menemukan bahwa terdapat sekitar 240 juta (4,2%) penduduk dunia yang menderita gangguan pendengaran. Sekitar 4,6% di antaranya ada di Indonesia. Dari sini dapat kita simpulkan bahwa Indonesia sebagai negara nomer 4 tertinggi di dunia yang memiliki jumlah penderita gangguan pendengaran setelah Sri Lanka (8,8%), Myanmar (8,4%) dan India (6,3%).

Bagaimana manusia bisa mendengar?

Mendengar terjadi ketika gelombang suara yang masuk ke dalam telinga diubah menjadi sinyal saraf otak kemudian menjadi suara.Telinga terdiri dari tiga bidang utama: telinga bagian luar, tengah dan dalam. Gelombang suara melewati telinga luar dan bergetar di gendang telinga. Gendang telinga dan tiga tulang kecil dari telinga tengah – palu, landasan dan sanggurdi – memperkuat getaran saat menuju ke telinga bagian dalam. Di sana, getaran melewati cairan di koklea, struktur berbentuk siput di telinga bagian dalam. Di koklea ini melekat sel-sel saraf ribuan rambut kecil yang membantu menerjemahkan getaran suara menjadi sinyal-sinyal listrik yang dikirim ke otak. Getaran suara yang berbeda mempengaruhi rambut-rambut kecil dengan cara yang berbeda, menyebabkan sel-sel saraf mengirim sinyal yang berbeda pula ke otak, sehingga kita dapat membedakan banyak jenis suara.

Apakah tanda-tanda hilangnya kemampuan mendengar?

  1. Kesulitan memahami kata-kata, terutama terhadap kebisingan atau dalam kerumunan orang.

  1. Agak terbata-bata dalam berbicara.

  1. sering meminta orang lain berbicara lebih keras agar terdengar.

  1. Meningkatkan volume tivi atau radio atau headset.

  1. Menarik diri dari percakapan.

Apa saja penyebab hilangnya pendengaran?

  1. Kerusakan telinga bagian dalam. Penuaan dan mendengar suara yang keras terlalu lama dapat menyebabkan keausan pada rambut atau sel saraf di koklea yang mengirimkan sinyal suara ke otak. Sinyal listrik tidak ditransmisikan secara efisien, dan gangguan pendengaran terjadi. Suara keras akan jadi rendah dan akan semakin sulit mendengar jika terjadi kebisingan. Genetika juga berpengaruh pada perubahan ini. Jenis gangguan pendengaran ini dikenal sebagai gangguan pendengaran sensorineural dan sifatnya permanen.

  1. Tumpukan kotoran telinga yang lama. Kotoran telinga dapat memblokir saluran telinga dan mencegah konduksi gelombang suara. Penyumbatan kotoran telinga merupakan penyebab gangguan pendengaran antara orang segala usia. Hal ini menyebabkan gangguan pendengaran konduktif, yang biasanya dapat dikembalikan dengan pembersih kotoran telinga.

  1. Infeksi telinga dan pertumbuhan tulang abnormal atau tumor, yang berada di telinga bagian luar atau tengah.

  1. Pecah gendang telinga (perforasi membran timpani). Suara atau bahkan ledakan keras, kebisingan, perubahan mendadak tekanan di telinga, sembarangan mengorek kuping dan infeksi dapat menyebabkan gendang telinga pecah dan mempengaruhi pendengaran.

b04f1-ear_14439206Beberapa faktor di bawah ini dapat menyebabkan masalah telinga, diantaranya :

  1. Usia. Terlalu banyak mendengar suara yang kencang selama bertahun-tahun dapat merusak sel-sel telinga bagian dalam.

  1. Pekerjaan. Beberapa pekerjaan dapat menggangu pendengaran, misalnya pertanian, konstruksi bangunan atau pabrik.

  1. Paparan suara. Terpapar suara ledakan, seperti dari senjata api dan kembang api yang terlalu kencang dapat menyebabkan kehilangan pendengaran permanen. Hal lain dengan tingkat kebisingan tinggi yang berbahaya termasuk snowmobiling, balap sepeda motor atau mendengarkan musik keras-keras.

  1. Obat-obatan. Seperti antibiotik gentamisin dan obat kemoterapi tertentu, dapat merusak telinga bagian dalam. Efek sementara pada pendengaran misalnya dering di telinga (tinnitus) atau gangguan pendengaran yang dapat terjadi jika minum dosis aspirin sangat tinggi, penghilang rasa sakit, obat antimalaria atau obat diuretik.

  1. Beberapa penyakit. Penyakit yang mengakibatkan demam tinggi, seperti meningitis, dapat

merusak koklea.

Test yang dapat digunakan untuk mengetahui masalah pada telinga :

  1. General screening tests. Test ini dilakukan dengan cara mendengar dengan satu per satu telinga.

  1. Tuning fork tests. Untuk mengetahui kerusakan pada bagian tengah atau pada sensor atau saraf telinga atau kerusakan keduanya.

  1. Audiometer tests. Test dilakukan oleh audiolog. Kita disuruh mengenakan earphone dan mendengar suara dengan satu per satu telinga. Setiap nada diulang dengan tingkat samar apakah kita masih dapat mendengar dengan jelas atau tidak.

Sumber : Mayoclinic

(ast/dny)

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top