You Are Here: Home » Warta Sehat » Umum » Manisnya Gula Tak Semanis Rasanya Bagi Kesehatan Tubuh

Manisnya Gula Tak Semanis Rasanya Bagi Kesehatan Tubuh

images 1Pembahasan dan penelitian seputar bahaya tingginya konsumsi gula sepertinya tidak akan pernah berakhir dan selalu menjadi topic yang menarik. Konsumsi gula pada masyarakat memang relative masih tinggi meski tahu akan bahayanya. Gangguan kesehatan akibat konsumsi tinggi gula memang tidak serta merta muncul sesaat setelah konsumsi, meski membutuhkan waktu yang cukup lama, namun efek perusakannya terjadi secara kumulatif. Mencegah masih satu satunya cara yang terbaik untuk menghindarinya, meski gula juga dibutuhkan dalam jumlah tertentu.

Sebuah penelitian terbaru yang dirilis oleh dailymail menyebutkan bahwa, para peneliti menyarankan untuk mengurangi konsumsi gula (hanya 5 sendok teh/hari) karena jika berlebihan dikhawatirkan akan memberikan kontribusi terhadap risiko penyakit jantung, obesitas dan kerusakan gigi.

Organisasi Kesehatan Dunia bahkan menghimbau para produsen makanan dan minuman untuk merubah produk mereka. Dalam catatan mereka satu bar coklat merek Mars memiliki kandungan gula setara dengan lima sendok teh gula, sekaleng soft drink cola cola mengandung gula setara dengan 10 sendok teh, semangkuk coco pops setara empat sendok teh dan beberapa makanan siap saji mengandung gula setara dengan delapan sendok teh.

Philip James, presiden dari Asosiasi Internasional untuk Studi Obesitas, yang bekerja dengan WHO, menggambarkan saran tersebut sebagai ‘ dinamit politik ‘ karena perusahaan industri makanan akan melakukan sanggahan terhadap hasil riset tersebut.

Profesor Shrinath Reddy, seorang ahli jantung di Harvard School of Public Health dan anggota panel ahli WHO, mengatakan : ” Saya setuju dengan rekomendasi untuk mengurangi konsumsi gula hingga lima persen. Bukti tentang kontribusi konsumsi tinggi gula terhadap obesitas, diabetes dan penyakit jantung juga sudah ada.

Usulan ini akan dibahas pada pertemuan awal tahun setelah sebuah studi Profesor Paula Moynihan, seorang ahli di bidang nutrisi dan kesehatan mulut di Newcastle University, menyoroti bahaya gula untuk kesehatan gigi.

images 2Panel WHO akan mempertimbangkannya selama beberapa bulan mendatang sebelum membuat keputusan akhir. Sebuah badan penelitian industry di Inggris melihat bahwa beberapa produsen di Inggris sudah mulai menurunkan kadar gula dalam produknya beberapa tahun terakhir ini.

Sayangnya riset tersebut masih menuai perdebatan. Sebuah panel ahli kesehatan dunia baru-baru ini meninjau semua bukti dan menyimpulkan bahwa konsumsi tinggi gula tidak berhubungan dengan obesitas, risiko penyakit jantung, diabetes, tekanan darah tinggi atau kanker. Juga tidak berhubungan dengan gangguan perilaku, seperti hiperaktif pada anak-anak.

Namun demikian pilihan tetap ditangan Anda, yang pasti apapun itu jika dikonsumsi secara berlebihan akan berdampak tidak baik bagi kesehatan tubuh.

(bt)

 

About The Author

Situs Resmi Kesehatan, Gizi & Farmasi.

Number of Entries : 1904

Leave a Comment

Scroll to top