Kenapa Penderita Hemofilia Mengalami Pendarahan???
Sebuah studi yang diterbitkan oleh Cell Press pada 20 November di the Biophysical Journal menjelaskan tentang penyebab pendarahan yang tidak terkendali pada penderita hemofilia. Studi ini mengarah pada penemuan baru efektivitas pengobatan bagi penderita hemofilia dan juga kelainan jantung.
Pembekuan darah sangat penting untuk mencegah kehilangan darah yang berlebihan ketika pembuluh darah rusak. Hal ini berkaitan dengan jaringan protein, termasuk trombin dan faktor XI yang terbentuk ketika cedera dan pembentukan fibrin (yaitu protein yang membentuk gumpalan). Pasien dengan hemofilia C (kekurangan faktor XI), mengalami pendarahan yang tidak terkendali meskipun hanya kehilangana salah satu komponen jaringan pembekuan.
Penulis senior dari studi ini, Fazoil Ataullakhanov odari Moscow State University dan timnya mengembangkan metode pencitraan yang memungkinkan mereka untuk memvisualisasikan penyebaran bekuan fibrin dengan memantau aktivitas trombin. Setelah mengisi ruang-ruang eksperimen dengan darah dan memicu pembekuan kaskade, mereka membuat pengamatan terbaru: trombin menyebar melalui darah dalam gelombang stabil tempat aktivasi untuk jarak lebih jauh, mirip dengan bagaimana perjalanan impuls listrik melalui neuron.
Gelombang yang tidak jelas dalam darah pasien dengan simulasi komputer hemofilia C, mengungkapkan bahwa faktor XI sangat penting bagi penyebaran gelombang jauh tempat aktivasi, sebuah proses yang diperlukan dalam rangka untuk menutup luka besar. Hasil ini dapat menjelaskan mengapa pasien hemofilia C mengalami pendarahan hebat ketika mengalami cedera atau operasi besar, tetapi tidak untuk luka kecil yang tidak memerlukan waktu lama pembekuan.
Meskipun gelombang acak ini penting untuk pembekuan darah normal, tetapi juga dapat menyebabkan komplikasi yang berhubungan dengan kerusakan aliran darah. Dengan demikian, hasil ini memiliki implikasi klinis yang penting tidak hanya untuk hemofilia, tetapi juga stroke, serangan jantung mendadak, dan gangguan kardiovaskular yang serius.
Masih terus dibutuhkan penelitian lanjutan untuk terus mengembangkan obat serta cara kerja dan mekanisme pembekuan sehingga faktor kehilangan darah bisa diminimalisir.
Sumber : Sciencsdaily
(ast/bt)
Baca juga :