Jangan Cemas dan Stress ketika Divonis Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan jenis kanker pembunuh nomor dua wanita Indonesia setelah kanker serviks (kanker mulut atau leher rahim). Oleh karenanya penyakit ini perlu diwaspadai. Deteksi dini penyakit ini merupakan tindakan yang baik untuk mencegah perkembangan kanker payudara.
Umumnya orang tidak akan siap menerima kenyataan saat dokter memvonis dirinya terkena kanker payudara. Tentu hal ini akan mempengaruhi emosi seseorang sehingga merasa sangat terpukul. Sayangnya, emosi yang berlebihan dan berlarut dan tidak terkontrol justru dapat memperburuk kondisi. Dukungan keluarga dan orang terdekat sangat diperlukan untuk membantu penderita menjalani pengobatan dengan baik dan tenang.
Sebuah studi yang melibatkan 77.000 wanita penderita kanker payudara yang sedang dalam kondisi depresi meningkatkan risiko kematian sebesar 45 persen. Pasien kanker payudara yang mengalami depresi umumnya memiliki gaya hidup yang tidak baik.
Sumber : Dailymail
(rsh/bt)