Hati-Hati Menggunakan Pemanis Buatan
Banyak penderita diabetes m
enggantikan gula dengan pemanis buatan non kalori, yang umumnya ditemukan dalam minuman soda diet yang banyak dikonsumsi untuk menurunkan berat badan. Salah satu jenis pemanis buatan yang dimaksud adalah aspartam.
Namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa pemanis buatan bukan merupakan solusi yang baik, terutama bagi orang obesitas. Obesitas berhubungan dengan metabolisme tubuh dalam mengolah glukosa sehingga menjadi penyebab munculnya diabetes tipe 2.
Jennifer L. Kuk, Ph.D., seorang peneliti obesitas dari School of Kinesiology and Health Science pada York University Faculty of Health di Toronto menjelaskan: pada orang yang obesitas dan sering konsumsi aspartam hanya akan memperburuk kondisi tubuh dalam metabolisme glukosa dibandingkan mereka yang tidak konsumsi permanis buatan. Minuman soda diet juga tidak sebaik yang diharapkan. Aspartam merupakan salah satu pemanis buatan yang paling umum, yang dijual dengan merek dagang NutraSweet dan Equal. Namun, aspartam telah menjadi subyek kontroversi sejak diperbolehkan pada tahun 1981.
Penelitian ini dipublikasikan dalam jurnal Applied Physiology, Nutrition, dan Metabolisme, yang menyimpulkan bahwa pemanis buatan aspartam berhubungan dengan intoleransi glukosa yang lebih besar, sebagai prekursor bagi diabetes.
Kesimpulan penelitian ini di dapat dari Third National Health and Nutrition Examination Survey (NHANES III). Mereka meneliti sekitar 2.856 orang dewasa Amerika, seberapa banyak penggunaan pemanis buatan aspartam dan sakarin, atau gula alami seperti fruktosa menjadi fokus dalam penelitian ini. Risiko pengembangan diabetes diukur dengan tes toleransi glukosa oral.
Secara keseluruhan, para peneliti menemukan bahwa orang obesitas yang mengkonsumsi aspartam (bukan sakarin atau gula alami) mempunyai glukosa intoleran dan gula darah puasa yang tidak baik. Ini yang berhubungan dengan obesitas dan merupakan ciri dari munculnya gangguan metabolisme penyebab diabetes tipe 2.
Awal tahun 2016 ini, ketika panel US Food and Drug Administration (FDA) meninjau apakah gula dapat dimasukkan ke dalam label gizi, toh semua masih ragu dan belum berani untuk merekomendasikan pemanis buatan karena kurangnya bukti.
Sumber : healthline.com
(ast/bt)